Harga Sembako di Pasaran Tetap Bertahan

Harga Sembako di Pasaran Tetap Bertahan

Harga daging dipasaran sudah mulai turun karena pasokan berlimpah. (Foto : Ade)

Bandung – Penurunan harga BBM tampaknya tidak mempengaruhi terhadap turunnya harga berbagai jenis kebutuhan pokok di pasaran. Padahal, seharusnya harga sembako  secara bertahap turun, seiring dengan turunnya harga BBM dan transportasi.

 

Menurut Entis Sutisna, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Cicadas, Kota Bandung, penurunan harga BBM tidak serta merta berpengaruh terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok. Namun harga di pasar sangat dipengaruhi oleh pasokan.

 

“Harga kebutuhan pokok akan murah jika pasokan sedang berlimpah, kalau pasokan sedang sedikit ya otomatis harga akan naik,” cetus Entis, Sabtu (24/01/2015).

 

Entis menambahkan, contoh saja harga daging ayam, yang masih tetap mahal pasca turunnya harga BBM. Harga daging ayam masih mahal karena stok daging ayam saat ini terbilang sedikit.

 

“Stok daging ayam terbilang sedikit saat ini sebab banyak ayam yang mati saat musim hujan. Begitu juga dengan komoditi lain yang pasokannya berkurang pasti harga akan melambung,” tambahnya.

 

Sementara untuk daging sapi harganya saat ini sudah mengalami penurunan dari yang sebelumnya mencapai Rp 100.000/kg kini berkisar Rp 90.000/kg. Komoditi ini mengalami penurunan karena pasokan daging sapi terbilang banyak.

 

Selain daging sapi komoditi yang harganya turun saat ini ,yaitu jenis cabai-cabaian, cabai merah tanjung dan cabai merah TW kini harganya turun 50 persen dari harga sebelumnya.

 

“Harga cabai saat ini sudah turun dari yang tadinya Rp 80.000/kg, kini turun jadi Rp 30.000 sampai Rp 40.000/kg,” cetus Entis. (Jr.)**

.

Categories:Ekonomi,