Dinilai Indispliner, Kabareskrim Didesak Dievaluasi

Dinilai Indispliner, Kabareskrim Didesak Dievaluasi

Kantor Mabes Polri.(Ilustrasi Foto:Net)

Jakarta - Pengamat politik Populi Center Nico Harjanto mengatakan penangkapan Bambang Widjojanto oleh Bareskrim pada Jumat lalu, memperlihatkan tidak ada koordinasi antara Kabareskrim Irjen Budi Waseso dengan Wakapolri Badrodin Haiti. 
 
Sebab, ketika Wakapolri dihubungi menyatakan tidak ada penangkapan. Akan tetapi, di sisi lain Bambang Widjojanto memang ditangkap.  "Setelah terjadi penangkapan muncul lagi pernyataan yang berbeda-beda," kata Nico di Jakarta, Sabtu (24/1). 
 
Menurut Nico, biasanya jika penangkapan orang yang tidak terkait dengan lembaga tinggi negara memang Kapolri atau Wakapolri tidak perlu diberitahu atau tidak perlu dikonsultasikan. "Kalau menyangkut pejabat negara itu perlu dikonsultasikan," katanya.

Nico menambahkan, dengan kejadian tersebut Kabareskrim harus dievaluasi karena melakukan tindakan yang indisipliner yaitu bertindak tidak atas dasar koordinasi dengan pimpinan tertinggi (wakapolri). "Oleh karena itu harus dievaluasi karena tampak sekali ada tindakan yang indisipliner," ujarnya.

Dia menjelaskan, kegaduhan politik saat ini yakni gesekan KPK dan polri tidak akan membesar atau terbuka kalau kabareskrimnya tidak partisan. Sikap partisan Budi, terlihat sejak awal yang mengatakan bahwa dia anak buah Komjen Budi Gunawan. "Sebagai pejabat harus netral, tidak perlu menunjukkan kedekatannya dengan siapa-siapa," katanya.(Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,