Pemda Harus Tarik Peredaran Kulit Berbahan Kimia

Pemda Harus Tarik Peredaran Kulit Berbahan Kimia

Petugas Kepolisian menggerebek pabrik olahan kulit sapi atau kikil berbahan kimia.(Foto:Net)

Bandung - Kepolisian daerah Jabar menyatakan kewenangan pemerintah daerah untuk menelusuri kemudian menarik peredaran kulit yang diolah menggunakan kimia berbahaya menjadi bahan makanan di pasaran di Kabupaten Bandung Barat.

"Kewajiban dia (pemerintah daerah) untuk melacak, menarik peredaran kikil (kulit olahan) di pasaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulystio Pudjo Hartono di Bandung, Sabtu (24/1/2015).

Ia menuturkan, polisi hanya bertindak pada penanganan pidana lalu menghentikan operasi pembuatan makanan yang melanggar hukum.

Sedangkan kewenangan menarik makanan berbahaya di pasaran, kata dia, kewenangan oleh pemerintah daerah.

"Dinas Kesehatan mungkin bisa memeriksa makanan yang beredar, jika ditemukan (makanan berbahaya) ditarik. Polisi gak bisa, tapi penanganan hukumnya," katanya.

Sebelumnya Unit II Subdit I Direktorat Reskrimsus Polda Jabar menggerebek pabrik pengolahan kulit sapi dan domba menjadi bahan baku makanan yang menggunakan zat berbahaya di Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/1/2015).

Pabrik tersebut dicurigai memproduksi dan mengolah kulit tersebut dengan menggunakan zat-zat kimia berbahaya jika dikonsumsi manusia yakni hydrogen piroksida (H202), sodium sulpida (SN), dan tawas.

Dikatakan Pudjo, hasil pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat bahwa ketiga bahan kimia itu biasa digunakan oleh industri seperti untuk pengolahan limbah cair.

Bahkan jika ditumpahkan pada kain maka akan robek, sehingga penggunaan bahan kimia untuk pengolahan makanan itu tidak diperbolehkan.

Sementara itu, Polda Jabar masih melakukan pemeriksaan hukum terhadap empat tersangka yang terlibat dalam pembuatan makanan kulit tersebut.

Tersangka dijerat pasal 135 atau pasal 136 huruf a dan b UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukum dua tahun penjara. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,