Disperindag Cianjur Incar Spekulan Gas

Disperindag Cianjur Incar Spekulan Gas

Ilustrasi Foto.(Net)

Cianjur - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur, Jabar mengincar spekulan gas elpiji tiga kilogram yang membuat harga gas bersubsidi menjadi mahal.
 
Pasalnya, alokasi gas tersebut sudah melimpah sebanyak 1,5 juta tabung perbulan dan tidak mungkin terjadi kelangkaan yang berdampak pada tingginya harga di pasaran, kata Kepala Disperindag Cianjur, Himam Haris, di Cianjur, Minggu (25/1/2015).
 
Ia mengakui jika ada oknum atau spekulan yang memanfaatkan barang bersubsidi ini dengan seenaknya. Sehingga pihaknya menilai para pelaku spekulan itu, harus ditindak tegas.
 
"Pasti ada saja spekulan yang bermain dan memanfaatkan barang bersubsidi ini. Para spekulan ini sedang kami incar. Sebab, salah satu penyebab harga gas melon tinggi akibat ulah pelaku spekulan," katanya.
 
Sehingga tutur dia, pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara ketat untuk mempersempit gerak pelaku spekulan. Pihaknya juga tidak akan segan-segan memberikan sanksi pada agen maupun pangkalan yang menjual gas elpiji tiga kilogram melebihi HET.
 
"Semua sudah diatur, barang bersubsidi ini tidak boleh dijual dengan harga seenaknya. Maka kami selalu menegaskan agar agen maupun pangkalan tidak boleh menjual gas melebihi HET," katanya.
 
Selain itu, kata dia, pihaknya akan memasang pengumuman lokasi pangkalan disetiap kantor kecamatan dan lokasi pengecer di kantor desa, sehingga warga menjadi tahu pendistribusian gas bersubsidi di wilayahnya masing-masing.
 
"Kami juga akan sosialisasikan HET di tingkat agen dan pangkalan, supaya warga tidak lagi dibodohi oleh penjual. Mereka bisa protes jika sewaktu-waktu penjual menaikan harga seenaknya," kata dia.
 
Sementara itu, warga di sejumlah wilayah mengaku tidak pernah tahu berapa HET gas tiga kilogram di wilayahnya. Seorang diantaranya Atikah (52) warga Kampung Gelar, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur.
 
Dia mengatakan, tidak mengetahui HET di tingkat agen maupun pangkalan, bahkan ketika pengecer gas di kampungnya tidak memiliki stok, dia membeli gas tersebut ke pangkalan yang di Jalan Ir H Juanda, dengan harga Rp16500 pertabung.
 
"Kalau sekali beli dua atau tiga tabung. Di warung-warung harga gas kisaran Rp20 ribu per tabung. Tapi sering kosong kalau di warung. Jadinya saya beli ke pangkalan dengan harga Rp16.500 atau Rp17 ribu per tabung," katanya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:jabar,