Jerit Tangis Warnai Eksekusi Lahan di Cikutra

Jerit Tangis Warnai Eksekusi Lahan di Cikutra

Seorang Penghuni Lahan eksekusi Di Jalan Cikutra No 207 kota Bandung Menangis hiteris sambil memperlihatkan surat permohonan penundaan penyitaan saat akan disita rumah beserta isinya oleh petugas pengadilan (Foto: Octa)

Bandung - Jerit tangis mewarnai eksekusi tanah seluas 450 m2 di daerah Jalan Cikutra No. 270, Kota Bandung, Senin siang (29/9/2014). Para penghuni tampak memberikan perlawanan dengan menghalang-halangi petugas dari Pengadilan Negeri (PN) Bandung dibantu petugas kepolisian dan TNI, yang akan menyita rumah beserta isinya tersebut.

Pantauan Cikalnews.com,  Dikdik salah satu tergugat  terlihat terus mempertahankan lahan yang akan dieksekusi tersebut. Selaku tergugat dirinya telah memberikan permohonan kepada pihak pengadilan dan pemohon eksekusi, agar proses eksekusi ditunda karena belum ada kesiapan dari para penghuni rumah.Dikdik meminta agar keadilan ditegakkan. "Saya mohon jangan dulu dieksekusi karena kita belum ada persiapan, dan kita juga sudah melayangkan  permohonan  penundaan mengenai eksekusi ini, tolong lihat kami" ujarnya dengan nada tinggi kepada para petugas yang siap melakukan penyitaan lahan di tempat kejadian.Hal senada diungkapkan oleh Inge, salah seorang penghuni di lahan yang akan dieksekusi oleh petugas gabungan tersebut. Sambil menangis histeris dia mempertanyakan kepada petugas, bahwa dirinya tidak digugat tetapi kenapa tetap dieksekusi. Dia pun tidak henti-hentinya menangis." Saya beli dari ahli waris tahun 2002, beli dari H. Suparman. Tolong Pak saya minta keadilan, saya tidak digugat tapi kenapa tetap dibongkar," paparnya.Namun petugas pengadilan dibantu kepolisian dan TNI dengan paksa terus melakukan pembongkaran, walaupun para penghuni melakukan perlawanan dengan menghalang-halangi pintu masuk karena tidak ingin dieksekusi. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,