PON Jabar Gunakan Jasa PMO

PON Jabar Gunakan Jasa PMO

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XIX Tahun 2016 di Provinsi Jawa Barat akan menggunakan jasa Project Management Office (PMO) agar bisa berjalan dengan optimal seperti kegiatan olahraga bertaraf internasional.
 
"Project management office atau PMO ini membantu Panitia Besar PON. Karena sebagian besar PB PON itu birokrat sehingga dari segi waktu tidak bisa 'all out', maka kita minta jasa konsultan yang diberi nama Project Management Office ini," kata Asisten Bidang Kesra Setda Provinsi Jabar Ahmad Hadadi di Bandung, Minggu (25/1/2015).
 
Penggunaan jasa PMO dalam pesta olahraga nasional yang akan dilaksanakan pada September 2016 di Provinsi Jawa Barat itu, kata Ahmad, mengadopsi pelaksanaan SEA Games.
 
"Di dalamnya itu ada tenaga ahli, ada tenaga operator, itu membantu dan mendampingi kita, sehingga dia mungkin yang membuat dokumen terus mengevaluasi kegiatan, termasuk venue dipantau kesiapannya. Acara juga disiapkan," kata dia.
 
Menurut dia, pihaknya menerapkan beberapa persyaratan bagi badan usaha atau perusahaan yang ingin menjadi POM PON XIX.
 
"Dia pernah mengerjakan multi even, punya pengalaman nasional dan internasional, lebih spesifik olahraga. Harus badan usaha bukan perseorangan," kata dia.
 
Ia menuturkan hingga saat ini ada 24 badan usaha yang mendaftar menjadi POM PON XIX.
 
"Cuma yang memasukan dokumen ada enam, kemudian nanti kita lihat kelengkapannya, tenaga ahlinya, kita hadirkan, lalu diverifikasi faktualnya," kata dia.
 
Lebih lanjut ia mengatakan, kinerja POM PON XIX ini nantinya tidak akan bentrok dengan KONI.
 
"Kalau KONI kan lebih sebagai penanggung jawab kegiatan, bosnya lah. Lalu PMO ini juga kan sifatnya 'ad hock' bisa ada bisa tidak," kata dia. (AY)
.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,