Guinea Pukul Gabon 2-0 di Grup A

Guinea Pukul Gabon 2-0 di Grup A

Javier Balboa (kiri) merayakan mencetak gol pertamanya bagi Equatorial Guinea.(Foto:Net)

Bata - Equatorial Guinea menang 2-0 atas Gabon untuk melaju ke perempat final Piala Afrika, setelah gol-gol di babak kedua dari Javier Balboa dan pemain pengganti Iban Salvador menjadi penentu pada pertandingan menegangkan di Grup A yang berlangsung pada Senin (26/1/2015) WIB.
 
Kemenangan ini memastikan negara tuan rumah itu menyelesaikan fase grup sebagai "runner up" dengan lima angka, dan terpaut dua angka dari juara grup Kongo, yang menaklukkan Burkina Faso dengan skor 2-1.
 
Memerlukan kemenangan untuk dapat melaju dan mendapat dukungan penuh semangat dari para penonton tuan rumah di Stadion Bata, tuan rumah dipaksa bertahan pada babak pertama ketika kiper mereka Felipe Ovono berulang kali menyelamatkan gawang timnya dengan serangkaian penyelamatan bagus.
 
Ovono dua kali menggagalkan peluang penyerang Dortmund Pierre-Emerick Aubameyang dan Frederic Bulot sebelum Balboa terjatuh akibat sedikit kontak dengan bek Gabon, dan ia kemudian sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-55.
 
Equatorial Guinea kembali harus mendapat gempuran namun mereka mampu mengeksploitasi ruang, ketika Gabon melemparkan para pemainnya untuk menyerang demi mencari gol penyama kedudukan.
 
Balboa gagal mencetak gol pada menit ke-78 ketika kiper Didier Ovono mampu menggagalkan peluang jarak dekat dari sang penyerang, namun nasib Gabon terkunci ketika Salvador mampu menutup serangan balik pada fase akhir pertandingan.
 
Pemain 19 tahun itu memperlihatkan ketenangan untuk mencetak gol internasional pertamanya dalam penampilan ketiganya, menyambar bola pantul setelah Didier Ovono menepis tembakan Emilio Nsue ke jalur pergerakannya.
 
Peluit panjang disambut dengan perayaan emosional oleh para penggemar dan pemain, dan Equatorial Guinea sekarang akan mempersiapkan diri untuk pertandingan delapan besar melawan juara Grup B yang akan ditentukan pada Senin.
 
Kesuksesan Equatorial Guinea, yang mengulang pencapaian mereka pada 2012 pada satu-satunya penampilan mereka sebelumnya di putaran final ketika mereka menjadi tuan rumah turnamen bersama dengan Gabon, dicapai setelah mereka melewati berbagai masalah.
 
Didiskualifikasi dari putaran kualifikasi setelah dinyatakan memakai pemain yang tidak sah, mereka kemudian ditunjuk menjadi tuan rumah setelah Maroko dicabut haknya menyelenggarakan turnamen akibat meminta penundaan karena kecemasan terhadap virus Ebola.(AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,