Pabrik Saos Memproduksi 200 Ton /Hari

Pabrik Saos Memproduksi 200 Ton /Hari

Penggerebekan Saos Ilegal .(Foto:Tris Dodi)

Bandung - Pabrik saos yang digerebeg oleh pihak Kepolisian Polrestabes Bandung hari ini Senin siang (26/1/2015) Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol mengatakan,  saos sambal yang diproduksi pabrik rumahan ini, memang berasal dari bahan kimia. Bila dikonsumsi akan menimbulkan berbagai macam penyakit bagi tubuh.

"Pabrik ini memang menggunakan bahan baku kimia yang berbahaya, kalau kita makan akan menimbulkan penyakit seperti radang tenggorokan, ginjal dan kanker," ungkapnya kepada wartawan di pabrik pembuatan saos berbahan baku kimia, yang berlokasi di daerah   Cicukang No 6  RT 04 RW 03,  kelurahan Sumbersari Kecamatan Bandung Kulon.

Dirinya menjelaskan, dalam sehari pabrik tersebut bisa memproduksi 200 ton saos, dengan menggunakan bahan pengawet kimia tanpa ada bahan dasar alami seperti cabai dan lain-lain.

"Pabrik ini berdiri sudah 14 tahun dimulai dari tahun 2000, perharinya bisa memproduksi sampai 200 ton. Tidak ada bahan alami seperti cabai, semuanya pakai bahan pengawet kimia," jelasnya.(Ode)**

Selain itu perharinya pabrik tersebut mampu meraup keuntungan hingga 100 juta rupiah, hingga saat ini pihak kepolisian telah mengamankan 5 orang saksi dan 1 orang pemilik pabrik berinisial "D".

"Kami telah mengamankan 5 orang saksi, yaitu pegawai pabrik dan seorang pemilik pabrik saos ini," bebernya.

Atas tindakannya, pemilik pabrik saos berbahan baku kimia tersebut dikenai
Pasal 62 ayat 1 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 13 / UURI 18 tahun 2002 tentang pangan.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,