Apindo Jabar Minta UMK 2015 Turun 3 persen

Apindo Jabar Minta UMK 2015 Turun 3 persen

Buruh demo mengutuk kesewenangan pengusaha yang membayar upah murah. (Foto : ADE)

Bandung - Pasca menurunnya harga BBM belum lama ini, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Jawa Barat bersikukuh meminta agar Gubernur Jawa Barat menurunkan UMK 2015 sebesar 3 persen.

 

Menurut Ketua Apindo Provinsi Jawa Barat, Dedi Wijaya, agar tidak memberatkan para pengusaha sebaiknya Gubernur  ikut merevisi UMK 2015 atau menurunkannya sebesar 2 sampai 3 persen.

 

"Penurunan UMK bisa meringankan beban pengusaha dan mencegah perusahaan pailit. Pengusaha masih terbebabani biaya transportasi dan logistik yang masih belum ada penurunan yang signifikan," ungkap Dedi Wijaya di Jl.Diponegoro, Kota Bandung, Senin (26/01/2015).

 

Dedi mengkhawatirkan, upah buruh yang sudah terlanjur dinaikkan oleh persetujuan Gubernur Jawa Barat sulit diturunkan kembali. Namum Apindo akan tetap memproses sesuai prosedur hukum dengan mengajukan gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara).

 

"Ini serba salah, kalau upah nanti diturunkan pasti para buruh mengamuk dan demo, mendingan ini diselesaikan ke jalur hukum saja," imbuhnya.

 

Penurunan biaya transportasi dan logistik yang tidak terlalu besar masih membuat para pengusaha merasa terbebani. Belum lagi mereka harus membayar gaji karyawannya sesuai ketentuan UMK 2015 yang terbilang tinggi. 

Para pengusaha dari Apindo berharap para Gubernur dan Kepala Daerah bisa memahami beban berat para pengusaha, apalagi memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,