Menguat, Dugaan Hasto Selamatkan Megawati

Menguat, Dugaan Hasto Selamatkan Megawati

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta - Penetapan Bambang Widjojanto sebagai tersangka diduga sebagai balasan, menyusul keputusan KPK yang membuat Kepala Lemdikpol untuk sementara ditunda untuk dilantik sebagai Kapolri. oleh Presiden Jokowi.
 
Namun, kriminalisasi terhadap pimpinan KPK ditengarai tak hanya masalah itu.  Untuk tujuan yang lebih jauh, yakni menyelamatkan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri dari jeratan kasus penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, yang saat ini tengah diselidiki KPK. 

Dugaan ini menguat, setelah Plt Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melancarkan serangan tajam terhadap Ketua KPK Abraham Samad.

Dalam konferensi pers di Posko Cemara, Jakarta, Kamis lalu Hasto boleh saja menuduh KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka, sebagai balas dendam Abraham Samad karena sudah digagalkan menjadi Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2014 lalu.

Sebab, menurut Hasto, Abraham sangat ingin menjadi cawapres Jokowi. Bahkan, sudah menggelar serangkaian pertemuan, termasuk dengan dirinya. Namun akhirnya Jokowi dipasangkan dengan Jusuf Kalla. Kata Hasto, saat bertemu dirinya dalam sebuah pertemuan, Abraham mengatakan sudah tahu bahwa Budi Gunawan yang menjegalnya. 

"Abraham bilang, 'Ya, saya sudah tahu karena saya sudah melakukan penyadapan. Yang menyebabkan kegagalan saya menjadi cawapres adalah Budi Gunawan.' Itu yang disampaikan Abraham Samad kepada  saya," kata Hasto, yang mengaku membeberkan hal itu tanpa izin dari Mega.

Hasto juga menyebut, dalam pertemuan itu Abraham pernah meringankan hukuman politikus PDIP, Emir Moeis. Pernyataan Hasto ini  yang kemudian digunakan Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia Yusuf  Sahide melaporkan Samad ke Mabes Polri. 

Abraham sendiri memang jauh-jauh hari sudah memastikan, pihaknya akan terus mendalami megaskandal BLBI. Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan KPK akan memeriksa Megawati Soekarnoputri yang menandatangani SKL BLBI.

KPK menduga, ada masalah dalam proses penerbitan SKL kepada sejumlah obligor. SKL memberikan jaminan kepastian hukum kepada debitur yang dikategorikan telah menyelesaikan kewajiban dan tindakan hukum kepada debitur, yang tak menyelesaikan kewajiban berdasarkan penyelesaian kewajiban pemegang saham.

Oleh karena itu, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi mensinyalir kriminalisasi terhadap pimpinan KPK saat ini terkait dengan makin intesifnya penyelidikan mengenai masalah SKL BLBI yang ditandatangani Megawati.

Tak terbayangkan, lanjut Adhie kalau KPK memanggil Megawati lalu menetapkannya menjadi tersangka. Indonesia bisa heboh luar biasa. "Dulu di balik lahirnya 'Cicak Vs Buaya' adalah skandal rekayasa bailout Bank Century. Kini kriminalisasi terhadap KPK dinilai upaya meredam penyelidikan SKL BLBI," jelas Adhie dalam pesan singkatnya.

Apalagi, saat ini rumornya justru PDIP melawan KPK menggunakan Istana dan polisi untuk menyerang KPK. "Tentu ini harus dibuktikan. Sehingga  pentingnya tim pencari fakta," tegas mantan Jurubicara Presiden era pemerintahan Abdurrahman Wahid ini. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,