Dokter Dipenjara dalam Kasus Sunat di Mesir

Dokter Dipenjara dalam Kasus Sunat di Mesir

Ilustrasi.(Foto:Net)

Mesir-Seorang dokter di Mesir divonis penjara dua tahun karena melakukan pengrusakan alat kelamin perempuan (FGM), atau di Mesir biasa disebut sunat perempuan, yang menyebabkan kematian seorang anak berusia 13 tahun.
 
Putusan itu dikeluarkan oleh pengadilan banding di kota Mansoura, kawasan Delta Nil, Senin (26/01).
Banding diajukan oleh pihak-pihak yang menentang praktik FGM mengajukan banding atas pengadilan sebelumnya yang membebaskan Raslan Fadl atas kematian Suhair al-Bataa.
Kasus yang dialami oleh Fadl ini merupakan kasus pertama terkait dengan FGM yang sampai di pengadilan.
 
Juru bicara kelompok Equality Now, Suad Abu-Dayyeh, mengatakan putusan pengadilan merupakan "kemenangan monumental bagi perempuan dan anak-anak perempuan d Mesir".
"Negara ini menunjukkan peraturan akan ditegakkan dan kami berharap bahwa ini menjadi langkah pertama untuk mengakhiri praktik kekerasan ekstrem terhadap perempuan selamanya," katanya.
Suhair al-Bataa meninggal dunia Juni tahun 2013 setelah diduga menjalani prosedur sunat perempuan dengan pengrusakan alat kelamin.
 
Praktik tersebut masih banyak dilakukan masyarakat Mesir meskipun secara resmi sudah dilarang sejak 2008, demikian BBC.(Ode)**
.

Categories:Internasional,