Yadi Sembako, Tertantang di "Gue Bukan Pocong"

Yadi Sembako, Tertantang di

Yadi Sembako.(Foto:Dudung)

Jakarta-Melucu dengan wajah  keren, bukan perkara sulit bagi komedian Yadi Sembako. Komedian ini merasa sulit ketika harus melucu mengenakan properti menyerupai pocong. Diakuinya, hal terberat adalah ketika berperan sebagai pocong yang lucu.

“Baru kali ini saya melucu dengan dandanan pocong, ini tantangan terberat selama saya jadi pelawak. Semoga usaha keras saya berakting pocong yang lucu, dapat menghibur seluruh penonton," ujar Yadi, Senin (26/1-2015) di Jakarta, ketika bincang dengan penulis untuk  film "Gua Bukan Pocong".

Diakui pelawak yang namanya mengorbit lewat program reality 'Ih Serem'  karya Trisno Buyil yang ditayangkan TPI, kini MNCTV,  bahwa selama bermain film horor komedi, dirinya selalu berperan melucu. Begitu juga di film horor yang bakal tayang 26 Februari ini.

“Di film "Gue Bukan Pocong", saya jadi pocong, tapi harus kocak, coba bayangin deh! Susah nggak kira-kira? Melihat bentuk pocongnya saja orang sudah takut, tapi ini malah disuruh membuat orang tertawa. Berat banget,” cerita komedian yang sudah membintangi 9 film diantaranya,  "Tiren" (Mati Kemarin), "Hantu Tanah Kusir"  produki Ganesa Perkasa Film.

Sebagai komedian, Yadi tidak pilih-pilih peran, setiap peran yang ditawarkan pada dirinya, selalu diterimanya. Tapi ia berharap kedepannya tidak hanya peran melucu yang ditawarkan kepadanya.

“Saya pengen seperti, Mas Mamiek, Mas Parto, berperan serius. Saya juga bisa memainkan peran diluar mainstream saya. Tapi sampai sekarang belum ada sutradara dan produser yang nawari saya berperan serius," aku pelawak yang piawai dengan logat Arab ini.

Selama syuting, Yadi mengaku berntung mendapat lawan komedian senior seperti Tessy, Daus Separo, Rheina Ipeh dengan sutradara Findo Purwono, yang banyak sukses menggarap film komedi horor. Di film terbarunya ini Yadi mendapat arahan sutradara Findo Purwono.

“Mas Findo banyak memberikan masukan soal bagaimana melucu dengan naskah film, karena ternyata melucu lewat skenario film dengan panggung beda dan punya cara sendiri.” terang Yadi.

Yadi optimis film "Gue Bukan Pocong" bisa menarik penonton film yang belakangan lagi malas mendatangi gedung bioskop.

“Novelnya aja laku, masa filmnya gak laku sih. Sudah menjadi tradisi masyarakat kita, kalau novelnya laris. Biasanya filmnya juga laris, doain dong,” tandas Yadi dengan mimik serius.(Ode)**

.

Categories:Film,
Tags:hiburan,