Maluku Utara Benahi Sektor Pariwisata

Maluku Utara Benahi Sektor Pariwisata

Pantai Lakeba, Kecantikan di Pesisir Pulau Buton.(Foto:Net)

Ternate- Sejumlah kabupaten/kota di Maluku Utara (Malut) mulai membenahi sektor pariwisata dalam upaya meningkatkan kunjungan baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.
 
Kadis Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Asrul Soleman ketika dihubungi di Ternate, Selasa (27/1/2015), misalnya menyatakan, masih membutuhkan anggaran Rp 100 miliar untuk membenahi sektor pariwisata yang tersebar di wilayah tersebut.
 
Ia mengatakan pariwisata Ake Sahu misalnya, sesuai Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) di Aksehu Kelurahan Tosa sudah dirampungkan oleh Disbudpar, apalagi Ripparda tersebut akan menjadi acuan pengembangan pariwisata Ake Sahu, tinggal menunggu peraturan walikota.
 
"Dana yang dibutuhkan berkisar Rp19 miliar, setelah itu kita serahkan kepada pihak ketiga (investor) untuk membangun pariwisata Ake Sahu," katanya.
 
Selain itu dia mengatakan, untuk penyusunan Ripparda termasuk pariwisata Rum seluas 7 hektar disertai Desa Maitara. Ripparda tersebut menjadi rujukan mempromposikan sektor pariwisata kepada investor.
 
Asrul menambahkan, pengembangan pariwisata saat ini tinggal menunggu diperdakan tata ruang tahun 2015, setalah itu pihaknya mulai bergerak dan harapannya, program ini mendapat dukungan dari DPRD.
 
Di tempat terpisah Kabid Promosi dan Pemasaran Disparbud Kabupaten Pulau Morotai, Arafik A. Rahman ketika dihubungi mengatakan, saat ini pihanya masih fokus pada pembenaan wisata Pulau Dodola, setelah itu, barulah dilakukan pembenaah ang sama disejumlah tempat wisata lainnya.
 
Meski begitu Arafik mengakui, saat ini pihaknya masih terkendala dengan sejumlah asset wisata dalam wilayah Pulau Morota termasuk Pulau Dodola yang secara Sah masih milik Pemerintah Provinsi Malut, misalnya asset bangunan Kotes, sehingga Pemprov Malut diharapkan segera menyerahkan asset tersebut ke Pemda Morotai.
 
"Kami berharap Pemprov Malut secepatnya merealisasikan janjinya itu dan Pemprov Malut, agar segera menyerahkan seluruh aset Sail Morotai itu, karena ini demi kepentingan publik Morotai, dalam rangka meningkatkan potensi wisata di Morotai," ujarnya.
 
Ia lantas menargetkan, dalam rangka menjemput program KEK nanti, pariwisata di Wilayah Morotai dipastikan dapat berjalan lancar dan mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung alias wisatawan, baik Lokal maupun mancanegara. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,