Wah... Gaji Lurah di DKI Capai Rp 33 Juta per Bulan

Wah... Gaji Lurah di DKI Capai Rp 33 Juta per Bulan

ilustrasi. (Net)

Jakarta -  Sebagai imbas dari penghapusan honorarium, para pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah DKI Jakarta patut bersyukur bisa menempati jabatan struktural dan peningkatan gaji. Seorang lurah saja mendapat penghasilan sebesar Rp 33.730 juta setiap bulannya.
 
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengkritik kebijakan baru Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut. Menurutnya, kerja lurah saat ini tak lebih hanya mengurusi administrasi.

"Jangan seperti sekarang ini, lurah hanya mengurusi administrasi, tidak mengontrol betul di lapangan seperti apa. Makanya harus jelas," kata Tigor, Selasa (27/1).

Oleh karena itu, lanjut Tigor perlu adanya penjelasan terkait dengan besarnya gaji PNS tersebut. Termasuk beban kerja dan tentu saja aturan baru.

Tingginya gaji PNS, harus tegantung dari hasil kerja dan tanggung jawab lurah. Kalau lurah bergaji Rp 33 juta, maka harus jelas tanggung jawab kerjanya.  "Ahok itu harus punya sistem kontrol dan punya pembagian kerja yang jelas kepada anak kerjanya," saran Tigor.

Dalam dunia bisnis, lanjut Tigor, gaji lurah Rp 33 juta itu setara dengan jabatan manajer, sehingga PNS diharapkan bisa menyelesaikan beban bekerja dan bertanggung jawab selevel manajer. "Makanya, tanggung jawabnya harus jelas," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan, tingginya total gaji yang diterima PNS DKI Jakarta merupakan langkah untuk melakukan efisiensi anggaran. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta telah menghapus dana honorarium.

"Dengan gaji besar, mereka enggak boleh pungut-pungut apa-apa lagi. Kan sudah jelas statemen dari Gubernur yaitu stafkan. Bisa juga penurunan pangkat," kata Saefullah. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:hukum,