Kuasa Hukum Seferina akan Serahkan Alat Bukti

Kuasa Hukum Seferina akan Serahkan Alat Bukti

Ilustrasi Foto.(Net)

Bandung - Kuasa hukum terdakwa kasus dugaan suap mantan hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Pasti Seferina Sinaga, yaitu
Didit Wijayanto mengatakan, hakim dalam kasus ini telah melawan kodratnya.
 
Didit menyatakan, pihaknya memiliki alat bukti sebuah video  rekaman persidangan yang membuktikan bahwa JPU tidak memiliki bukti permulaan dalam menetapkan tersangka terhadap Pasti Seferina Sinaga.
 
"Video itu rekaman persidangan bahwa hakim ketua menyatakan tidak ada bukti permulaan untuk menetapkan tersangka, kalau tidak ada bukti permulaan untuk menetapkan tersangka artinya penetapan sebagai terdakwa juga harus batal demi hukum," ungkapnya usai menjalani sidang putusan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung tahun anggaran 2009-2010, di Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bandung, Selasa (27/1/2015).
 
Menanggapi hal ini, kuasa hukum Pasti Seferina Sinaga akan mengambil dua langkah yaitu banding terhadap putusan acara pokok dan melakukan perlawanan sesuai dengan KUHAP.
 
"Langkah setelah ini ada dua, yaitu banding terhadap putusan acara pokok dan melakukan perlawanan sesuai dengan KUHAP. Perlawanannya ini ke pengadilan tinggi. Saya kecewa benar, di awal kita udah senang tidak terpenuhi unsurnya menerima uang, tidak menerima hadiah, tiba-tiba disebutkan menerima janji," paparnya.
 
Dia juga mengatakan, akan menyerahkan seluruh bukti sebagai pembelaan kepada Kejaksaan Tinggi Negeri.
 
"Kami akan serahkan bukti itu ke Pengadilan Tinggi. Dan kami menanyakan penetapan Bu Pasti menjadi tersangka ini mana bukti permulaannya, dua alat bukti itu. Hakim sendiri yang ngomong dan menyatakan tidak ada, berarti apa sebagai terdakwa pun harus batal dong, ini malah dihukum, ini gila," tutupnya. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,