Hakim Bansos Divonis 7 Tahun Lebih Ringan

Hakim Bansos Divonis 7 Tahun Lebih Ringan

Terdakwa kasus dugaan suap mantan hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Seferina Sinaga.(Foto:Net)

Bandung - Majelis hakim memvonis empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan penjara kepada terdakwa kasus dugaan suap mantan hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Pasti Seferina Sinaga dalam penanganan perkara korupsi bantuan sosial (bansos) Pemerintah Kota Bandung anggaran 2009-2010, Selasa (27/1/2015).
 
Vonis tersebut jauh lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni 11 tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.
 
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa Pasti Seferina Sinaga terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan penjara," ujar Ketua Majelis Hakim Barita Lumbangaol saat membacakan putusan terhadap terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jalan R.E. Artadinata Kota Bandung.
 
Putusan itu mengacu pada pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.
 
Majelis hakim menjelaskan, hal yang memberatkan adalah terdakwa secara sadar dan tidak peka dalam pemberantasan korupsi, dan sebagai hakim mencederai konstitusi hukum. 
 
Sedangkan, hal meringankan, belum pernah dihukum dan terdakwa telah bersikap sopan di persidangan juga telah memberikan banyak jasa saat menjabat hakim di Pengadilan Tinggi Jawa Barat. Sebab itu, vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa lebih ringan tujuh tahun dari tuntutan jaksa. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,