Baku Tembak di Filipina, 54 Orang Tewas

Baku Tembak di Filipina, 54 Orang Tewas

Konflik di Filipina antara polisi Filipina dan gerilyawan Muslim.(Foto:Net)

Manila - Empat puluh sembilan polisi Filipina dan lima gerilyawan Muslim diyakini tewas dalam baku tembak Minggu di provinsi selatan Maguindanao, kata pemerintah setempat, Selasa (27/1/2015).
 
Serangkaian bentrokan terjadi pada Ahad dini hari di kota Mamasapano antara Aksi Pasukan Khusus (SAF) dari Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan diduga anggota Pejuang Pembebasan Islam Bangsamoro (BIFF) serta Front Pembebasan Islam Moro (MILF).
 
Lima anggota MILF tewas dalam baku tembak tersebut, menurut sebuah pernyataan di situs MILF. Kelompok itu mengatakan, pembunuhan personil polisi itu "disayangkan." Selain itu, tiga warga sipil mengalami luka-luka dalam insiden tersebut dan 563 keluarga terkena dampaknya, menurut laporan situasi dari Kantor Pertahanan Sipil Wilayah Otonomi Muslim Mindanao.
 
Harold Cabunoc, kepala kantor urusan publik Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), mengatakan tidak ada pertempuran dilaporkan antara kedua pihak karena upaya militer masih berlangsung untuk melepaskan jasad personel polisi yang dibunuh.
 
Pihak berwenang mengatakan, para anggota SAF sedang mencari teroris Malaysia Zulkifli Bin Hir juga dikenal sebagai "Marwan," yang diketahui sebagai ahli bahan peledak, dan kelompok Maguindanao-nya Basit Usman.
 
Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin mengatakan, informasi awal menunjukkan bahwa Marwan tewas dalam operasi polisi sebelumnya. Laporan-laporan mengatakan polisi sedang dalam perjalanan pulang ketika mereka terlibat bentrokan dengan gerilyawan MILF.
 
"Menurut laporan-laporan, mereka mampu menetralisir salah satu dari mereka, Marwan, meskipun yang lain, Basit Usman, berhasil melarikan diri. Pemerintah akan melakukan semua kekuatan dalam rangka untuk mencegah teroris dari bergerak di sekitar daerah kami," kata Gazmin.
 
Mohagher Iqba, ketua perunding MILF, dikutip dalam satu pernyataan yang mengatakan, "Tidak ada koordinasi (dengan MILF) dan mereka terlibat dengan tentara kami di dekatnya selain dari BIFF itu." Iqbal mengatakan non-koordinasi PNP menyebabkan pertempuran.
 
Pemerintah Filipina dan MILF menandatangani perjanjian perdamaian komprehensif Maret 2014, untuk mengakhiri konflik bersenjata berkepanjangan di Filipina selatan.
 
Bagian dari perjanjian ini akan diluluskan untuk Undang-Undang Dasar Bangsamoro, yang akan menjadi undang-undang organik bagi pemerintah Bangsamoro yang mencitakan akan menggantikan Daerah Otonom yang ada di Muslim Mindanao pada tahun 2016.
 
BIFF adalah sayap bersenjata Gerakan Pembebasan Islam Bangsamoro yang memisahkan diri dari MILF pada tahun 2010 karena perbedaan pendapat atas pembicaraan damai dengan pemerintah.
 
Miriam Coronel-Ferrer, ketua panel perdamaian pemerintah, mengatakan pemerintah Aquino sangat sedih oleh hilangnya nyawa selama bentrokan tragis di Mamasapano yang melibatkan anggota PNP dan berbagai kelompok bersenjata, dan mengirim belasungkawa kepada keluarga mereka yang tewas.
 
Coronel-Ferrer mengatakan pemerintah berharap untuk menormalkan situasi di lapangan sesegera mungkin guna mencegah perpindahan warga sipil, memberikan ayoman penuh untuk upaya kemanusiaan, dan mencegah terulangnya insiden tersebut. (AY)
.

Categories:Internasional,
Tags:perang,