Berdych Jungkalkan Unggulan Ketiga Nadal

Berdych Jungkalkan Unggulan Ketiga Nadal

Petenis Ceko Tomas Berdych menjungkalkan unggulan ketiga Rafael Nadal.(Foto:Net)

Melbourne - Petenis Ceko Tomas Berdych menjungkalkan unggulan ketiga Rafael Nadal tiga set langsung untuk mencapai semifinal turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Selasa (27/1/2015).
 
Unggulan ketujuh itu mengalahkan juara 14 Grand Slam asal Spanyol dengan skor 6-2, 6-0, 7-6 (7/5) dalam waktu dua jam 13 menit dan akan menghadapi petenis Inggris Raya Andy Murray atau petenis Australia Nick Krygios untuk memperebutkan satu tempat di final.
 
Kekalahan itu mengakhiri laju 17 kemenangan beruntun Nadal atas Berdych, yang memastikan penampilan kedua kalinya secara beruntun di semifinal turnamen itu di Melbourne setelah dikalahkan Stan Wawrinka tahun lalu.
 
Hanya Bjorn Borg yang unggul atas Vitas Gerulaitis, dan Ivan Lendl atas Tim Mayotte, yang memiliki rekor kemenangan beruntun 17 kali dalam pertemuan mereka di Tur ATP.
 
Penampilan Nadal dalam pertandingan itu begitu biasa saja dan hanya bisa menghindari hasil terburuknya dalam jumlah game yang dia menangi dalam turnamen Grand Slam. Dia hanya memenangi enam game ketika melawan Juan Martin del Potro pada semifinal AS Terbuka pada 2009.
 
Petenis peringkat tiga dunia itu juga gagal memenangi satu satu game pada set kedua yang merupakan 'bagel' pertamanya di turnamen Grand Slam sejak melawan Roger Federer pada final Wimbledon 2006 dan melawan Andy Roddick pada putaran kedua AS Terbuka pada 2004.
 
Ini Grand Slam ke-30 sejak dia tidak tidak meraih satu game pun dalam satu set ketika melawan Federer sembilan tahun lalu.
 
"Saya pasti siap untuk ini dan mempersiapkan rencana saya dengan sangat bagus dan saya tetap dengan hal itu melalui tiga set tersebut," kata Berdych.
 
"Saya sudah memperkirakan pertarungan yang sangat berat, tapi saya siap untuk segalanya dan saya pikir itu adalah hal terbesar dari pertandingan-pertandingan sebelumnya bersama Rafa." "Saya memulai pertandingan dengan sangat bagus, tapi anda bermain dengan Rafa dan anda harus terus begitu hingga angka terakhir." Nadal, yang memenangi gelar Australia Terbuka pada 2009, terlihat tidak bermain bagus seperti biasanya dan kehilangan angka dari servisnya lima kali untuk tertinggal dua set.
 
Berdych menyambar lawannya yang lemah itu dengan mengembalikan bola dengan "back hand" yang menghasilkan angka dan memenangi set kedua setelah satu jam di lapangan.
 
Nadal kehilangan sembilan game beruntun sebelum dia menghasilkan angka dari servinya pada game kedua set ketiga, dengan begitu banyak kekuatira terlihat dari tribun pemain dia di sisi lapangan, saat kesalahan-kesalahan terus mengalir dari raketnya.
 
Dia mencoba bangkit pada set ketiga yang berlanjut pada "tiebreak" tapi "forehand" keras Berdych terlalu kuat. (AY)
.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,