Gara-gara Hadiah Arloji, Waikota Taipei Minta Maaf ke Menteri Inggris

Gara-gara Hadiah Arloji, Waikota Taipei Minta Maaf ke Menteri Inggris

Wali Kota Taipei, Ko Wen-je (kanan) menerima hadiah jam tangan dari Menteri Perhubungan Inggris, Baroness Susan Kramer.(Foto:Net)

 
Taipei  - Walikota Taipei meminta maaf kepada seorang menteri Inggris yang berkunjung ke kota itu, Selasa (27/1/2015) atas gurauan bahwa ia akan mengirim arloji hadiahnya sebagai besi tua - tindakan memalukan setelah tamu tersebut melanggar pantangan dengan memberi hadiah penghitung waktu.
 
Kesalahan diplomatik ganda terjadi ketika Ko Wen-je, Walikota ibukota Taiwan yang baru terpilih, mendapat hadiah arloji pada Senin dari Menteri Perhubungan Inggris, Baroness Susan Kramer.
 
Perempuan menteri itu rupanya tidak menyadari bahwa memberi hadiah jam atau arloji bisa diartikan membawa sial di Taiwan, yang artinya sama dengan "menghadiri pemakaman orang tua" "Ko -- yang dikenal sering berpidato tanpa persiapan, menanggapi hadiah itu dengan berkata kepada seorang wartawan bahwa ia akan "menjualnya ke pelebur besi tua untuk mendapat uang, karena tidak berguna bagi saya." Komentar tersebut mengundang banyak kecaman.
 
"Saya akan meminta maaf kepada Ny. Kramer mengenai apa yang sudah saya katakan yang tidak patut menurut tata krama protokol dan dalam sopan-santun," kata Ko dalam jumpa pers.
 
Ia menambahkan bahwa ia "memetik pelajaran" dalam berdiplomasi, meskipun ia tidak bisa menahan senyum.
 
Pantomim tersebut menghiasi berita media massa pada Selasa dan menjadi berita utama secara internasional.
 
Harian Apple Daily yang terkenal menasehati Ko untuk "menjaga mulut" sedangkan China Times mengecam "kesombongan dan ketidak peduliannya" sementara Dewan Kota Taipei juga mengeluarkan pendapat.
 
" Anda adalah walikota ibu kota negara --bila terus-menerus berbuat seperti ini, sesuatu akan menjadi berantakan, cepat atau lambat," kata Penasehat dari Partai Demokrasi Progresif, Wang Shih-chien.
 
Namun Kramer pada Selasa mengatakan tidak tersinggung oleh masalah yang disebutnya sebagai gurauan Ko.
 
"Saya sungguh tidak memahami dampak budayanya. Kami belajar hal baru setiap hari." Ko (55) seorang calon independen terpilih sebagai walikota pada pemilihan umum bulan November, menyingkirkan Sean Lien, putra mantan wakil presiden Lien Chan.
 
Ko sering memicu perdebatan ketika berkampanye untuk jabatannya termasuk menyebut kandidat perempuan dari Partai Kuomintang, Beijing sebagai "muda dan cantik, cuma pantas duduk di belakang meja toko serba ada." Survei baru-baru ini menunjukkan, meskipun sering melakukan kesalahan, peringkatnya masih mencapai 70 persen dan pendukungnya memuji janji Ko untuk memerangi korupsi dan merampingkan birokrasi. (AY)
.

Categories:Unik,
Tags:unik,

terkait

    Tidak ada artikel terkait