Seorang Perajin Senjata Api Cipacing Jadi Tersangka

Seorang Perajin Senjata Api Cipacing Jadi Tersangka

Seorang Petugas kepolisian memperlihatkan senjata "air softgun" yang akan diubah menjadi senjata api rakitan.(Foto:Net)

Bandung - Kepolisian Daerah Jabar menetapkan seorang tersangka pembuat senjata api asal Cipacing atau daerah sentra kerajinan senapan angin di Kabupaten Sumedang.
 
"Dari 15 orang yang diamankan, hanya satu orang yang ditetapkan tersangka yakni inisial HS perajin senjata di Cicacing," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono kepada wartawan di Bandung, Selasa (27/1/2015).
 
Ia menuturkan, terungkapnya pembuatan senjata api itu berawal dari Satuan Brimob Polda Jabar yang mengamankan 15 orang diduga terlibat dalam pembuatan senjata api.
 
Bahkan dari 15 orang itu, kata dia, dua orang diantaranya merupakan buronan Mabes Polri yang selanjutnya Polda Jabar melimpahkan kasus dua orang itu.
 
"Sisanya 13 orang dibebaskan karena tidak terlibat dalam pembuatan senjata api," katanya.
 
Pudjo mengatakan, hasil penangkapan tersangka itu berhasil mengamankan satu pucuk senjata api Colt Call 45, dua "air soft gun" makarov warna hitam dan putih berikut peluru tajam berbagai kaliber.
 
Peluru tajam itu diantaranya kaliber 6,2 milimeter dan 5,56 milimeter yang biasa digunakan sebagai senapan serbu.
 
Pengakuan tersangka, kata Pudjo, senjata "air soft gun" akan diubah menjadi senjata api rakitan dengan kaliber 3,2 millimeter dan kaliber 3,8 millimeter.
 
"Setelah jadi senjata api, air soft gun tersebut dapat menggunakan peluru tajam dan digunakan untuk kejahatan," katanya.
 
Akibat perbuatannya itu tersangka sementara mendekam di sel tahanan Polda Jabar dan dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat RI No. 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:kriminal,