Penumpang Garuda Protes Pilot Ceroboh

Penumpang Garuda Protes Pilot Ceroboh

Seorang Petugas Bandara mencoba menenangkan massa yang emosi.(Foto:Net)

Ambon - Para penumpang Garuda dari Bandara Karel Satsaitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara - Ambon, Selasa, melakukan aksi protes di Bandara Internasional Pattimura Kota Ambon karena menilai pilot mendaratkan pesawat terkesan ceroboh.
 
Salah seorang penumpang Garuda, Rudolf Marthen Waremra, di Ambon, Selasa petang (27/1/2015), mengatakan, puluhan penumpang melakukan aksi protes karena merasakan pilot kurang memperhatikan keselamatan saat hendak mendarat.
 
"Bayangkan sebelum mendarat penumpang sudah dibuat panik saat pilot melakukan dua kali manuver saat pesawat berada di atas Teluk dalam Ambon," ujarnya.
 
Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tual itu mengemukakan, dua kali manuver itu membuat panik penumpang karena penumpang ikut trauma dengan insiden pesawat Airasia.
 
"Bayangkan dalam kondisi cuaca cerah kok tiba - tiba pesawat mengalami dua kali hentakan keras sehingga meresahkan penumpang," ujarnya.
 
Penumpang semakin resah saat pilot mendaratkan pesawat dengan dua kali hentakan keras, selanjutnya pesawat oleng sehingga menciptakan kepanikan.
 
Setelah pesawat masuk hanggar Bandara Internasional Pattimura, maka penumpang mengamuk dan memaksa pilot keluar.
 
Namun, pilot tidak keluar dari kabinnya sehingga penumpang melakukan aksi protes ke kantor Garuda Indonesia di Bandara Internasional Pattimura, sambil mendesak harus dijelaskan alasan dua kali melakukan manuver di udara dan mendaratkan pesawat dengan ceroboh.
 
Aksi penumpang yang terdapat 18 anggota maupun Sekretaris DPRD Kota Tual dan Dandim setempat itu akhirnya disikapi penanggung jawab Garuda Indonesia di Bandara Internasional Pattimura dengan menghadirkan pilot.
 
Sang pilot selanjutnya menjelaskan kondisi terjadi itu akibat tiupan angin kencang dan cuaca kurang cerah.
 
"Rasanya alasan tersebut tidak bisa diterima penumpang sehingga 20 anggota DPRD Kota Tual akan melaporkannya ke Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan maupun Dirjen Perhubungan Udara saat berada di Jakarta dalam rangkaian urusan dinas," katanya.
 
Mantan Ketua DPRD Kota Tual itu kurang puas dengan pelayanan pilot Garuda Indonesia yang biasanya memprioritaskan keselamatan penerbangan.
 
"Khan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan andalan Indonesia memprioritaskan keselamatan dan pelayanan optimal. Namun, peristiwa manuver maupun mendaratkan pesawat, tadi (Selasa siang) sangat ceroboh dan membahayakan keselamatan," kata Rudolf.
 
Salah seorang warga Desa Laha, Ahmad Mewar mengakui, saat berada di ujung bandara Internasional Pattimura dia menyaksikan pesawat Garuda saat mendarat terjadi hentakan keras dua kali, dan selanjutnya oleng.
 
"Beta (saya) sangat khawatir roda depan pesawat patah maupun tergelincir sehingga wajar sekiranya penumpang panik, selanjutnya melakukan aksi protes karena sebelumnya dibuat panik," ujarnya. (AY)
.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,