Lebak Kekurangan 800 Ruang Kelas

Lebak Kekurangan 800 Ruang Kelas

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Lebak - Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Banten, menyebutkan sampai saat ini masih kekurangan sekitar 800 ruang kelas untuk sekolah dasar akibat terbatasnya anggaran daerah.

"Kami tahun ini hanya membangun sebanyak 35 ruang kelas baru (RKB) untuk sekolah dasar (SD)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat saat dihubungi di Lebak, Rabu (28/1/2015).

Ia mengatakan, saat ini banyak kegiatan belajar mengajar (KBM) SD menggunakan tempat lain akibat kekurangan RKB tersebut.

Kekurangan RKB itu sudah dilaporkan kepada pemerintah daerah agar mendapat bantuan pembangunan melalui APBD setempat.

Namun, pihaknya hingga kini hanya mendapat bantuan pembangunan sebanyak 35 RKB.

Ia berharap Kementerian Pendidikan Nasional bisa memberikan bantuan RKB, melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dekon.

"Saya meminta Kemendiknas bisa merealisasikan bantuan tersebut," katanya.

Menurut dia, akibat kekurangan RKB banyak sekolah satu ruangan diisi siswa antara 60-80 orang sehingga berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Padahal, menurut dia, Rata-rata standar rasio nasional jumlah siswa dan ruang kelas antara 1:32 siswa.

Selain itu, kekurangan kelas ini tentu banyak sekolah yang menerapkan dua shift, yakni pagi dan sore.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah segera membangun RKB untuk menyukseskan program pendidikan sembilan tahun.

"Kami khawatir kekurangan RKB dapat menimbulkan anak putus sekolah karena terbatasnya akses pendidikan itu," jelasnya.

Asep menyebutkan, selama ini RKB yang ada tercatat 1.701 unit dari 758 gedung SD, bahkan di antaranya 800 RKB harus direhabilitasi karena kondisinya sudah rusak.

Sementara itu, Kepala SDN 02 Citangkil Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Sujana mengatakan pihaknya sangat berharap adanya pembangunan RKB karena saat ini satu ruangan ditempati sebanyak 70 siswa.

"Saya khawatir jika tidak dibangun RKB sangat mengganggu terhadap kegiatan belajar mengajar," ujarnya.

Ia menambahkan, sekolahnya kini kekurangan dua RKB dan sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten.

"Kami berharap kekurangan RKB itu bisa dibangun tahun ini," katanya. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:jabar,