Djokovic Vs Wawrinka di Semifinal Australia Open

Djokovic Vs Wawrinka di Semifinal Australia Open

Novak Djokovic dan juara bertahan Stan Wawrinka.(Foto:Net)

Melbourne - Unggulan teratas Novak Djokovic dan juara bertahan Stan Wawrinka akan menampilkan pertarungan "Joker vs The Man" edisi ketiga di Melbourne Park setelah keduanya meraih kemenangan impresif pada perempat final yang dilangsungkan pada Rabu (28/1/2015), sedangkan Serena Williams mendekati gelar Grand Slam ke-19nya.

Bagaimanapun, petenis AS itu pertama-tama akan harus melalui hambatan dalam diri Madison Keys setelah petenis 19 tahun itu mengakhiri laju "kisah dongeng" saudari kandung Serena, Venus, meski ia mengalami cedera paha yang mengganggu pergerakannya.

Dengan banyak pihak menyebut turnamen ini mungkin dapat tidak banyak menyajikan kejutan pada kedua pertandingan, petenis remaja itu mewakili kebangkitan di semifinal setelah Djokovic dan Wawrinka menyingkirkan harapan-harapan terakhir "Generasi Baru" pada kategori pria.

Djokovic, yang berupaya menjadi petenis pria kedua yang memenangi gelar Australia Terbuka kelimanya, mengalahkan petenis Kanada Milos Raonic dengan skor 7-6 (5), 6-4, 6-2 pada pertandingan yang dimainkan paling akhir di Rod Laver Arena, beberapa jam setelah Wawrinka dengan mudah menyingkirkan petenis unggulan kelima Kei Nishikori dengan skor 6-3, 6-4, 7-6 (6).

"Tentu saja (saya) memperkirakan maraton seperti beberapa tahun terakhir. Saya yakin kami berdua akan melakukan yang terbaik untuk menampilkan permainan tenis terbaik kami," kata Djokovic saat diwawancarai di tepi lapangan.

"Kami selalu meminta yang terbaik dari yang lainnya." Ini akan menjadi tahun ketiga secara beruntun bagi Djokovic dan Wawarinka untuk bertemu di Australia Terbuka, di mana petenis yang memenangi pertandingan-pertandingan epik itu akan mengunci raihan gelar.

Sebagai juara bertahan pada 2013, Djokovic tertinggal 10-12 pada set kelima pada pertandingan putaran keempat mereka.

Tahun lalu, Wawrinka memenangi set kelima dengan skor 9-7 pada perempat final mereka, yang membuat para penggemar mengindikasikan bahwa pertandingan sengit akan kembali tercipta pada Jumat.

"Anda tahu bahwa ketika Anda melawan Novak, khususnya pada semifinal di Grand Slam, Anda harus memainkan permainan terbaik Anda," kata Wawrinka.

"Anda harus memainkan permainan tenis terbaik Anda jika ingin menekan dia. Sejauh ini saya bermain baik, saya percaya diri dengan permainan saya." Perusak pesta Petenis belia AS Keys terbukti menjadi perusak pesta dengan kemenangannya atas Venus, sambil di saat yang sama mengindikasikan bahwa mahkota tenis putri AS semestinya berada di tangan yang aman ketika dicabut dari Williams bersaudara.

Serena dan Venus berharap dapat menyajikan pertarungan antar Williams untuk pertama kalinya di Grand Slam sejak final Wimbledon 2009 di semifinal.

Keys, yang saat berusia empat tahun mendapat inspirasi untuk menekuni tenis setelah melihat Venus bermain di Wimbledon, menolak untuk menuruti rasa sentimen dan mendemonstrasikan kekuatan serta keakuratan pukulannya, yang telah menghancurkan petenis sekaliber dua kali juara Wimbledon Petra Kvitova, pada set pertama yang berlangsung 29 menit.

Bagaimanapun, cedera otot adductor yang memaksanya absen pada putaran ketiga Wimbledon tahun lalu, hanya beberapa hari setelah ia meraih gelar Eastbourne, kembali mengganggunya pada set kedua, yang menghadirkan kembali kenangan-kenangan buruk.

"Itu tentu saja merupakan kilas balik Wimbledon untuk saya," kata Keys mengenai cedera yang memaksanya mengambil "break injury" dalam kedudukan tertinggal 1-4 di set kedua.

"Itu merupakan momen yang sangat luar biasa dan mengerikan... Dan saya memiliki mimpi buruk 'Saya tidak ingin hal ini kembali terjadi'." Bagaimanapun, Keys, yang sekarang dilatih oleh mantan petenis peringkat satu dunia Lindsay Davenport, memperlihatkan kematangan dan ketangguhan mentalnya saat ia mengatasi kekuatan Venus dan berjuang melawan rasa sakit akibat cedera untuk melaju ke semifinal Grand Slam untuk pertama kalinya.

"Ini tentu saja momen yang mengagumkan," tambahnya. "Saya menikmati momen-momen ini untuk sementara waktu dan kemudian kembali fokus dan berpikir mengenai putaran selanjutnya." Peluang Keys untuk menembus final telah berkembang di mana petenis peringkat satu dunia itu yang akan menjadi lawannya tengah berjuang melawan dampak sakit demam, setelah virus menyerang sejumlah petenis di turnamen ini.

"Saya sakit beberapa hari silam," kata Serena kepada para pewarta setelah menaklukkan finalis tahun lalu Dominika Cibulkova dengan skor 6-2, 6-2.

"Ini semakin buruk dan terus memburuk. Saya dengar virus itu telah menyerang banyak pemain." "Saya pikir saya dapat mengatasinya."  (AY)

.

Categories:Olahraga,
Tags:olahraga,