Indonesia Masuk Kategori Medium Human Development

Indonesia Masuk Kategori Medium Human Development

Dian (tengah) diapit mahasiswa UIN dan UPI serta perwakilan rektor setelah penandatanganan MoU dan serah terima beasiswa. (Foto: Irfan)

Bandung – "Pasal 31 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menggariskan setiap warganegara berhak mendapat pendidikan. Bahkan, negara memprioritaskan sekurang-kurangnya 20 persen APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional".

Ungkapan itu dilontarkan Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Wilayah VI, Dian Ediana Rei, di Jalan Braga No.108 Bandung, Selasa (30/09/2014). Dian menegaskan, Pasal 58 Bab IV UU No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, bahwa perguruan tinggi melaksanakan fungsi dan peran sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pusat pengembangan peradaban bangsa.

Namun kenyataannya menurut Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat No. 35/07/32/Th. XVI tanggal 1 Juli 2014, batas bawah garis kemiskinan di Jawa Barat telah naik sebesar 2,96 persen menjadi Rp 285.013 pada Maret 2014 (sebelumnya sebesar Rp 276.825 pada september 2013). Meskipun demikian, penurunan jumlah penduduk miskin di Jawa Barat di bulan Maret 2014 tidak signifikan.

Merujuk hasil penelitian Human Development Reports dari United Nations Development Programme (UNDP), kondisi itu apabila dibandingkan dengan Human Development Index (HDI) negara-negara ASEAN, maka pada 2013 Indonesia berada di peringkat 108 dari 187 negara. Artinya, tidak mengalami perubahan sejak tahun 2012.

“Dengan nilai rata-rata 0,684, Indonesia termasuk kategori ‘Medium Human Development’, jauh dari negara jiran Malaysia yang mampu membuka nilai 0,773 dan berada di peringkat 2 negara ASEAN atau nomor 62 dunia. Sementara Singapura menduduki peringat teratas dari negara-negara ASEAN dan berhasil mencapai peringkat 9 HDI terbaik di seluruh dunia” sambung Dian kepada CikalNews.com

Bank Indonesia (BI) menyadari, pendidikan merupakan peranan yang sangat penting dalam membentuk watak yang beritegritas dan bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. “Dengan tujuan menghasilkan dan mengembangkan potensi setiap peserta didik agar dapat menjadi manusia yang berilmu, berprestasi, dan berprilaku mulia, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab akan keberlangsungan masa depan Indonesia,” katanya. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,

terkait

    Tidak ada artikel terkait