Pengguna Narkoba Sepantasnya Direhabilitasi

Pengguna Narkoba Sepantasnya Direhabilitasi

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bandung - Merambaknya penyalahgunaan narkotika saat ini sudah menjadi masalah yang serius. Sebagai Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar menegaskan, selain BNN sebagai lembaga terkait, peran masyarakat pun penting untuk aktif memberantas barang haram ini. Kepada mahasiswa supaya bisa belajar dalam pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan narkotika.
 
Anang mengatakan,  kondisi Indonesia saat ini terkait dengan pengguna narkoba sudah memasuki tahap darurat. Hal itu berdasarkan fakta, demand narkoba dan narkotika sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi.
 
"Pada tahun 2014 ini 2,2 persen penduduk Indonesia atau setara 4,2 juta orang merupakan pengguna. Bahkan diprediksi akan meningkat hingga 5 juta orang  di tahun 2015" ujar Anang saat ditemui di Aula Timur ITB Bandung.
 
Menurutnya, pengguna narkoba ini adalah korban, dan keadaan seperti ini harus segera ditanggulangi untuk menyelamatkan masyarakat. "Mereka adalah orang yang sedang sakit dan sepantasnya mereka mendapatkan perawatan dalam bentuk rehabilitasi bukannya dihukum penjara. Berbeda dengan pengedar narkoba yang memang harus dihukum seberat-beratnya untuk menimbulkan efek jera" tegas Anang
 
Meski saat ini pada kenyataannya para pengguna masih dipenjara, tetapi wajibnya rehabilitasi untuk pengguna sudah tertera pada Pasal 54 UU Narkotika. Disebutkan, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Untuk tahun ini BNN akan merehabilitasi sebanyak 100 ribu pengguna narkoba dan narkotika. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:narkoba,