Pengunduran Diri Bupati Bogor Tunggu Pimpinan DPRD Bogor

Pengunduran Diri Bupati Bogor Tunggu Pimpinan DPRD Bogor

Rahmat Yasin, mantan Bupati bogor saat ditahan oleh KPK. (Foto: Tris Doddy)

Bandung - Persetujuan  surat pengunduran diri Bupati Bogor Rahmat Yasin pascapenetapan dirinya sebagai terdakwa pada kasus dugaan suap tukar-menukar lahan di Bogor, menunggu penetapan pimpinan DPRD Kabupaten Bogor yang sedianya akan ditetapkan pada Rabu (1/10/14) nanti.

Setelah pimpinan DPRD ini ditetapkan, maka sidang paripurna baru dapat digelar untuk mebahas pengunduran diri Rahmat Yashin sebagai tindak lanjut dari surat ini.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum Setda Provinsi Jawa Barat R. Ruddy Gandakusumah menjelaskan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah menerima surat pengunduran diri Bupati Bogor Rahmat Yasin tertanggal 20 September 2014. 

“Surat asli yang bermaterai ditujukan langsung ke Pimpinan DPRD Kabupaten Bogor. gubernur dan mendagri hanya menerima tembusannya saja. Sifatnya hanya sebagai pemberitahuan bahwa dirinya (Bupati Rahmat Yasin) mengundurkan diri," ujarnya kepada wartawan, selasa (30/9/2014).


Ruddy menjelaskan, setelah ada persetujuan dari DPRD Kab. Bogor, yang mengusulkan pemberhentian Rahmat Yasin sebagai bupati tersebut diusulkan melalui gubernur ke presiden. Gubernur hanya memberikan surat pengantar.

“Gubernur hanya mengusulkan berdasarkan rapat paripurna, nanti dicantumkan hasil rapat risalahnya, dan keputusan DPRD Kab Bogor untuk memberhentikan yang bersangkutan dan sekaligus mengusulkan pemberhentiannya kepada presiden melalui menteri dalam negeri,” ungkapnya.(Ode)**


.

Categories:Nasional,