Gubernur Usulkan Pemberhentian Sementara Bupati Bogor Ke Mendagri

Gubernur Usulkan Pemberhentian Sementara Bupati Bogor Ke Mendagri

Mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin, terdakwa kasus dugaan suap tukar menukar lahan di Bogor saat dibawa oleh KPK. (Foto: Net)

Bandung – Gubernur Jawa Barat sudah menyampaikan usulan pemberhentian sementara Bupati Bogor Rahmat Yasin, pada  Selasa (23/09/2014) lalu ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, bersamaan dengan surat pengajuan pengunduran diri  Bupati Bogor tersebut pada tanggal yang sama.

Demikian dijelaskan Kepala Biro Humas, Protokol dan Umum Setda Provinsi Jawa Barat, R. Ruddy Gandakusumah kepada wartawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Bandung, Selasa (30/09/2014).

Menurut Ruddy, untuk proses pemberhentian sementara atau permanen itu tergantung pada keputusan di Kemendagri. “Tinggal menunggu, tergantung tingkat kajiannya di sana,” paparnya.

Ruddy menjelaskan , dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, jika seorang bupati/walikota menjadi terdakwa yang  diperkuat oleh bukti register pengadilan, maka akan diusulkan ke presiden untuk pemberhentian sementara. Ketika surat telah terbit, maka untuk tugas sehari-hari otomatis akan digantikan sementara oleh wakilnya.Sebab itu, terkait perjalanan pengunduran diri tersebut, ungkap Ruddy, Gubernur sudah mengusulkan pemberhentian sementara Bupati Bogor ke Mendagri. Ini disebabkan statusnya sudah menjadi terdakwa yang dibuktikan dengan bukti register pengadilan. Menurut aturan PP No.6 Tahun 2005, seorang bupati atau walikota yang sudah ditetapkan menjadi terdakwa, maka Gubernur harus mengajukan pemberhentian sementara. (AY)

.

Categories:Nasional,