Ekstra Kurikuler Bentengi Siswa dari Geng Motor

Ekstra Kurikuler Bentengi Siswa dari Geng Motor

SMKN 7 Kota Bandung anti geng motor. (Foto : ADE

Bandung - Aktifitas geng motor yang sudah memprihatinkan di Kota Bandung, disikapi beberapa sekolah dengan beragam. Di SMKN 7 Kota Bandung, pihak sekolah sengaja menggencarkan aktifitas ekstra kurikuler  (ekskul) demi membentengi siswanya dari pengaruh buruk geng motor.
 
Wakasek SMKN 7 Kota Bandung, Ane mengatakan, jika seorang anak aktif di ekskul rata-rata mereka tidak punya waktu kosong di luar sekolah. Sisa waktu di luar belajar biasanya digunakan untuk latihan ekskul atau kumpul ekskul.
 
“Kalau ekskul di sini sudah bagus dan bikin betah anak berada di sekolah, aktifitas di luar sekolah bisa kita patahkan. Tidak akan ada lagi anak yang membuang waktu di luar hanya untuk sekedar nongkrong atau kumpul bareng atau ikut gabung geng motor,” ungkap Ane saat ditemui di SMKN 7 Kota Bandung, Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung, Sabtu (31/01/2015)
 
Geng motor banyak memiliki aktifitas negatif dibanding sisi positifnya, sedangkan kalau ekskul sebaliknya pasti banyak positifnya dibanding negatif.
 
“Ekskul otomotif perlu dikembangkan di setiap SMK, ini bisa menampung murid yang senang motor atau otomotif,” papar Ane.
 
Para murid yang senang dengan kegiatan bongkar mesin motor atau suka balap dan ngorek mesin motor biar kencang, ekskul seperti ini sangat cocok jika diikuti. Saat ini SMKN 7 Kota Bandung sudah menyediakan beberapa unit motor untuk dibedah dan dibuat eksperimen oleh muridnya.
 
Agar ekskul ini berjalan profesional, sekolah sengaja mendatangkan pembina ekskul otomotif dari seorang guru yang mempunyai bengkel motor. Oleh ahlinya para siswa diajarkan beberapa tehnik memperbaiki motor dengan baik dan benar. SMKN 7 Kota Bandung adalah sekolah kejuruan yang konsen di bidang kimia, namun para muridnya banyak juga yang pandai di bidang otomotif. (AY)
.

Categories:Pendidikan,
Tags:pendidikan,