Hargai Anak, P2TP2A Beri Apresiasi pada Kadin Jabar

Hargai Anak, P2TP2A Beri Apresiasi pada Kadin Jabar

Hargai Anak, P2TP2A Beri Apresiasi pada Kadin Jabar. (Foto: Net)

Bandung  -- Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan sangat mengapresiasi  memorandum of understanding (MoU) antara kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar dengan Save Children, yang Selasa (30/09/2014) hari ini mulai mendukung daerah atau ruang yang ramah dan layak untuk anak.

Menurut Netty, Jika mengacu pada konvensi hak anak, konvensi ILO dan UUD Perlindungan Anak, harusnya tidak boleh ada pekerja usia anak. Netty menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber pada diskusi panel kegiatan dukungan terhadap proyek integrasi hak anak CSR jaringan Usaha Ramah Anak di Hotel IBIS Bandung.Dunia usaha dan hak anak, kata Netty, merupakan seperangkat prinsip komprehensif berupa panduan bagi dunia usaha dalam meningkatkan dukungan terpenuhinya hak anak di tempat kerja, pasar, dan masyarakat.

Prinsip-prinsip tersebut dibangun di atas standar, inisiatif dan praktek cerdas, terkait dunia usaha dan anak yang sudah ada, serta bertujuan membantu dunia usaha agar dapat memaksimalkan terciptanya dampak positif dan meminimalisasi pengaruh negatif dari pratek bisnis terhadap anak."Tetapi kalau kemudian ada pekerja anak, maka harus diadvokasi bagaimana caranya agar hak-hak anak tidak semuanya hilang ketika statusnya menjadi pekerja.  Karena pola relasi hubungan antara pengusaha dan pekerja seperti atasan dan bawahan, hal itu harus dapat difasilitasi oleh Kadin Jabar," ungkap Netty. Dengan adanya pertemuan ini seharusnya para pelaku usaha mulai sadar dan paham, bahwa ketika ada pekerja usia anak harus dapat diberikan perlindungan. “Karena ada empat hak dasar anak yang harus dipenuhi yaitu hak hidup dan berkembang, hak non diskriminatif,  hak kepentingan yang terbaik untuk anak, dan hak berpartisipasi," paparnya.Selain itu, Netty juga menghimbau kepada para pengusaha yang mempekerjakan usia anak maka harus memperhatikan hak pendidikan tidak hilang, hak kesehatan, dan dapat memotivasi mereka untuk mempunyai masa depan yang lebih baik.Acara dihadiri oleh Director of Save Children Ricardo, Pengurus Kadin Kota Bandung dan Jabar, Kepala Biro Bansos Setda Provinsi Jawa Barat Riyadi, Mojang Jajaka Bandung, Forum Anak Daerah dan pelaku usaha. (AY)

 

.

Categories:Nasional,
Tags:aher,bandung,