Kongo Melaju ke Semifinal Piala Afrika

Kongo Melaju ke Semifinal Piala Afrika

Ilustrasi.(Foto:Net)

Bata - Dieumerci Mbokani mencetak dua gol ketika Republik Demokratik Kongo bangkit dari tertinggal 0-2 pada pertengahan babak kedua, untuk menang 4-2 atas Kongo pada perempat final Piala Afrika di Estadio de Bata pada Minggu (1/2/2015) WIB.
 
Jeremy Bokila dan Joel Kimwaki mencetak gol-gol lainnya ketika Republik Demokratik Kongo mencatatkan kebangkitan yang layak dikenang untuk mencapai putaran empat besar untuk pertama kalinya sejak 1998.
 
Mereka akan bertemu dengan Pantai Gading atau Aljazair di Bata pada semifinal yang berlangsung Rabu.
 
Setelah 45 menit pembukaan yang berlangsung membosankan, di mana hanya tercipta sedikit peluang bersih, pertandingan menjadi lebih menarik dengan terciptanya enam gol pada babak kedua.
 
Kongo, yang menjadi juara Grup A dengan tujuh angka, unggul 2-0 melalui gol-gol dari Ferebory Dore pada menit ke-55 dan Thievy Bifouma tujuh menit kemudian ketika Republik Demokratik Kongo terlihat akan tersingkir.
 
Namun yang terjadi, Republik Demokratik Kongo justru menghantam balik pada 25 menit terakhir dan juga memiliki dua peluang yang membentur tiang gawang.
 
Gol pembuka Dore tercipta setelah ia menyusup ke belakang pertahanan Republik Demokratik Kongo untuk menuntaskan tendangan bebas dari Delvin Ndinga. Ia mungkin dapat mencetak gol kedua namun tembakannya dapat dihalau, di mana bola pantul kemudian jatuh pada penguasaan Bifouma.
 
Yannick Blaise memicu kebangkitan Republik Demokratik Kongo dengan laju cepatnya dari sisi kiri dan melepaskan umpan tarik yang disambar Mbokani dari jarak dekat pada menit ke-65.
 
Tembakan keras dari Bokila menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian dan keadaan menjadi berbalik ketika gol ketiga tercipta dari pemain pengganti Kimwaki, yang menyelesaikan tendangan bebas Neekens Kebano ketika pertahanan lawan gagal menghalau pergerakannya.
 
Mbokani membuat timnya mendapatkan gol keempat pada fase akhir pertandingan, setelah upaya pertamanya memantul.
 
"Kami masih yakin saat kedudukan 0-2, namun sejujurnya kami tidak pernah berpikir kami akan mendapatkan empat (gol)," kata pelatih Florent Ibenge, pelatih asal Afrika terakhir yang masih tersisa di turnamen di Guinea Ekuatorial.
 
"Saya pikir kami masih memiliki peluang untuk bangkit. Kami sedikit mengubah taktik-taktik kami dan itu membantu kami. Kami menyelesaikannya dengan baik meski kami juga memiliki lebih banyak peluang." Republik Demokratik Kongo melewati fase grup tanpa satu pun raihan kemenangan, tiga hasil imbang meloloskan mereka ke delapan besar.
 
Mereka merupakan mantan juara pada 1968, ketika negara itu masih dikenal sebagai Kongo-Leopoldville, dan pada 1974 sebagai Zaire namun sejak itu mereka tidak pernah mewujudkan potensinya.
 
Untuk Kongo yang satu lagi, hasil ini merupakan pukulan yang menyesakkan. "Kami kehilangan ketenangan setelah kami unggul 2-0. Kami mengalami sedikit euforia," papar pelatih mereka Claude Le Roy. (AY)
.

Categories:Sepak bola,
Tags:sepak-bola,