Banjir Bandang di Mataram Berangsur Surut

Banjir Bandang di Mataram Berangsur Surut

Ilustrasi.(Foto:Net)

Mataram - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Wedha Magma Ardhi mengatakan genangan banjir yang sempat merendam rumah-rumah di dua kecamatan Kabupaten Dompu kini sudah kembali surut.
 
"Sekarang air akibat banjir sudah tidak lagi menggenangi rumah-rumah warga," kata Wedha Magma Ardhi di Mataram, Minggu (1/2/2015).
 
Kata dia, menyusul surutnya air yang sempat merendam 10 kelurahan di dua Kecamatan Dompu dan Woja itu, warga saat ini sudah bisa kembali ke rumah masing-masing.
 
"Saat ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan kebanyakan dari mereka sedang melakukan kegiatan bersih-bersih lumpur yang ada di dalam rumah-rumah warga," ujarnya.
 
Menurutnya, akibat banjir yang terjadi pada Sabtu (31/1) malam itu, sekitar 4.000-5.000 rumah warga harus terendam air setinggi 1 meter. Bahkan, khusus di pinggir bantaran sungai ketinggian air mencapai 3-4 meter hingga nyaris menenggelamkan rumah warga.
 
"Malah dari informasi yang kita terima ada enam unit rumah warga harus roboh akibat derasnya aliran air sungai," katanya.
 
Kata dia, banjir di dua kecamatan di Kabupaten Dompu itu, disebabkan meluapnya beberapa Sungai Laju, Silo, Soa, Raba Baka, dan Sungai Toi, setelah daerah itu dilanda hujan lebat.
 
Namun meski demikian, ujar Magma, banjir itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya merendam rumah-rumah warga.
 
Ia menuturkan, menyusul banjir tersebut, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten Bima dan BPBD Dompu, TNI/Polri, Dinas Sosial dibantu warga sekitar sudah mendirikan beberapa posko, termasuk mendirikan satu dapur umum untuk digunakan warga sebagai lokasi masak dan minum.
 
"Saat ini, bantuan sudah kita kirimkan ke lokasi, diantaranya mie instan, terpal, tenda, selimut, makanan, beras. Bahkan, melalui Dinas Sosial dan Bulog di Kabupaten Dompu sudah menyediakan 1 ton beras menuju lokasi banjir," jelasnya.
 
Akan tetapi, untuk mengantispasi hal-hal yang tidak di inginkan, Magma menambahkan, pihaknya tetap menyiagakan personil di lokasi banjir sebagai langkah antispasi jika banjir susulan kembali menerjang kabupaten tersebut.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan 4.000 rumah warga di Kabupaten Dompu harus terendam air, akiba banjir yang disertai longsor, pada Sabtu (31/1/2015) malam.
 
"Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Dompu pada hari ini (Sabtu, 31/1/2015)," katanya.
 
Banjir tersebut melanda 10 kelurahan di Kecamatan Dompu dan Kecamatan Woja pada Sabtu (31/1) pukul 17.00 WITA. Banjir merendam sejumlah kelurahan di antaranya Karoke, Bada, Toto, Bali I, Kasi Jawa, Simpasae, Sendono II, Wowondono, Potisi dan Balupasa.
 
Sekitar 4.000-an unit rumah terendam banjir dengan tinggi mencapai empat meter. Banjir disebabkan banjir kiriman dari Sungai Laju, Sungai Silo, Sungai Soa, Sungai Raba Baka dan Sungai Toi setelah hujan lebat.
 
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, TNI, Polri, Tagana, BPBD Kabupaten Dompu dan masyarakat melakukan evakuasi korban terdampak. BPBD Kota Bima dan Kabupaten Dompu mendirikan posko.
 
Kebutuhan mendesak adalah logistik berupa makanan siap saji, penambahan personil, dapur umum, air bersih, obat-obatan, pakaian bayi dan lainnya.
 
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Puncak hujan akan terus berlangsung hingga Februari 2015," kata Sutopo. (AY)
.

Categories:Daerah,
Tags:bencana,