KPK Dituding Kriminalisasi Polri oleh PDIP

Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Arteria Dahlan menilai, terpilihnya Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi merupakan pilihan yang jitu.
Dalam diskusi Forum Alumni Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), di Cikini Jakarta Pusat, Minggu (1/2), Arteria mengatakan, nama BG tidak serta muncul tiba-tiba, karena Jokowi melibatkan Kompolnas serta intitusi Polri sebelum memutuskan untuk mengusulkan BG sebagai calon tunggal Kapolri.
"Pak Jokowi sudah berhati-hati milihnya, toh melibatkan Kompolnas dan Polri sebagaimana diamanatkan UU," katanya.
 
Namun, ia menyayangkan tindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memakai dalih hukum untuk menyelewengkan hukum, karena menetapkan BG sebagai tersangka saat akan menjalani proses uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Hal itu dianggap sebagai hal yang tak wajar mengingat momentum tersebut.
"Kejadian 2004-2006, dinaikkan 2010, dinaikkan lagi 2015. Pemangkasan secara hukum atas nama hukum saat akan fit and proper test oleh KPK," tegasnya.
Padahal, lanjut Arteria sudah ada penyelidikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Bahkan, PPATK sudah menyimpulkan harta jenderal bintang tiga itu wajar dan dapat dipertanggungjawaban.
Arteria  menilai, kalau yang sedang dikriminalisasi saat ini bukan KPK tapi Polri melalui penetapan BG sebagai tersangka. "Saya curiga, kriminalisasi itu bukan pada KPK, tapi Polri lewat Pak BG," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:kpk,