Bandung Harus Bebas Makanan Berbahaya

Bandung Harus Bebas Makanan Berbahaya

Daging ayam juga kerap menggunakan formalin agar nampak segar dan awet, petugas rutin sidag di pasar modern dan tradisional. (Foto : ADE)

Bandung – Maraknya makanan yang di olah dengan menggunakan bahan kimia membuat Walikota Bandung, Ridwan Kamil geram, soalnya peredaran makanan tersebut sudah tersebar ke beberapa pasar tradisional di Kota Bandung. Makanan dengan kandungan kimia berbahaya sangat merugikan kesehatan dan bisa menyebabkan penyakit dan kematian jangka panjang, belum lama ini di daerah Bandung telah di ungkap pabrik saos dengan bahan kimia di tambah dengan produksi kikil memakai bahan kimia.

 

 Ridwan Kamil mengatakan, Kota Bandung adalah Kota yang terkenal dengan produk kulinernya, seharusnya kita bisa menjamin keamanan dan keselamatan bahan makanan dan minuman.

 

“Makanan dan minuman yang di olah dengan campuran bahan kimia berbahaya, harus di tarik dan di cabut izin usahanya. Ini sebagai efek jera agar mereka tidak mengulangi memproduksi makanan berbahaya,” jelas Ridwan Kamil di Plaza Balai Kota, Jl. Wastu Kencana, Kota Bandung, Senin (2/2/2015).

 

Untuk mencegah banyaknya produsen makanan dan minuman nakal di Kota Bandung, Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menghimbau para Camat lebih apresiatif mengawasi lingkungannya siapa tahu dijadikan tempat produksi makanan berbahaya.

 

“Kecamatan bisa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk rutin menggelar operasi atau razia ke centra industri makanan dan minuman di Kota Bandung, siapa tahun ada produsen nakal,” cetus Emil.

 

Bahan kimia yang rutin digunakan sebagai campuran dalam produksi makanan yaitu formalin, bahan ini kerap digunakan dalam pembuatan mie, manisan, daging sapi, daging ayam, ikan, dan lainnya sebagainya. Formalin cocok digunakan sebagai bahan campuran produksi makanan karena zat ini bisa membuat sebuah produk nampak segar dan tahan lama.(Ode)**

 

.

Categories:Nasional,
Tags:kab-bandung,