Suka Duka Dede Angkat Jajanan Baheula

Suka Duka Dede Angkat Jajanan Baheula

Aneka jajanan baheula selalu hadir di setiap event di Bandung dan Jakarta. (Foto : ADE)

Bandung – Tekad untuk mempromosikan jajanan baheula agar memasyarakat di era modern saat ini ternyata perlu perjuangan dan modal besar, itulah yang dilakukan seorang Dede Wiraatmadinata owner dari gerai Jajanan Baheula. Dede untuk mempromosikan makanan dan jajanan baheula khas Sunda ke masyarakat dilakukan dengan cara mengikuti pameran, terkadang dia harus merogoh kocek dalam-dalam karena mahalnya harga stand yang disewakan dalam pameran.

 

Menurut Dede Wiraatmadinata, dirinya harus mengeluarkan minimal Rp. 5 juta jika hendak ikut pameran yang digelar di daerah Bandung. Sedangkan untuk luar kota atau kota besar di daerah lain dirinya bisa mengeluarkan Rp. 15 juta pereventnya.

 

“Untuk event satu minggu saya bisa keluar uang Rp. 15 juta kalau itu di gelar di Jakarta, belum biaya operasional lain, bayar segitu itu hanya untuk sewa stand selama pameran saja,” aku Dede Wiraatmaja saat dijumpai di Pesta Buku Bandung 2015 di Gedung Landmark Jl. Braga, Kota Bandung, Senin (2/2/2015).

 

Namun jerih payah Dede dalam memasyarakatkan Jajanan Baheula bisa terganti saat masyarakat yang datang ke sebuah event tertarik dan memborong makanan yang ada.

 

“Meskipun harus keluar modal terlebih dahulu namun, setiap ikut pameran pasti ada untungnya. Hikmahnya semua orang jadi tahu apa saja jenis makanan yang termasuk langka itu, mereka banyak yang penasaran lalu membelinya,” seru Dede.

 

Ada 100 jenis jajanan yang dipamerkan di stand Jajanan Baheula milik Dede, seperti ; gulali kacang, permen kayu, telur cicak, noga, koya, wajit, sagon, coklat ayam jago, angling, arumanis, keremes, dan yang lainnya.

 

Untuk mempopulerkan Jajanan Baheula agar selalu memasyarakat, Dede tak tanggung menyewa counter di sebuah pusat perbelanjaan supermarket di Kepatihan, Kota Bandung.(Ode)**

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,