Guru Harus Mampu Menjadi Panutan bagi Siswa

Guru Harus Mampu Menjadi Panutan bagi Siswa

Dewi Lisnawati, Guru SD Griba, Antapani. Foto : Rangga Permana

Bandung - Kurikulum yang begitu sering berubah membuat sebagian guru mengeluh, mereka menyesalkan karena selama ini pemerintah hanya mampu mengotak-ngatik saja tanpa mencari solusi yang tepat guna memajukan sistem pendidikan di Indonesia. 

Kendati harus diakui pula, perubahan kurikulum mungkin juga akan membawa pencerahan bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Namun kurikulum tersebut harus lebih condong berstandar internasional yang sepertinya berguna untuk perkembangan di era globalisasi seperti sekarang ini. 

Sebagai guru yang penuh pengabdian terhadap perkembangan anak didiknya, sudah seharusnya mereka mampu melakukan sesuatu yang terbaik demi kemajuan pendidikan. Sebab itu, seorang guru dituntut dapat membawa suasana belajar yang nyaman dan mudah untuk anak didiknya. Kurikulum yang sering berubah bukan alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi generasi penerus, walaupun terkadang menjadi kendala tersendiri.

Demikian diungkapkan Dewi Lisnawati,seorang guru yang sudah lebih dari 10 tahun mengajar di Sekolah Dasar (SD) Griba di bilangan Antapani Bandung, Menurutnya, seorang guru yang merupakan pengganti orang tua di sekolah, harus lebih peduli terhadap perkembangan anak. Sebab secara tidak langsung dampak dari pengaruh lingkungan akan membawa perubahan sikap yang cenderung negatif. 

“Banyak anak-anak SD sekarang akibat pengaruh tayangan televisi melakukan tindakan kekerasan dan anarkis terhadap teman sebayanya. Saya juga menghimbau sebaiknya pemerintah dalam membuat program pendidikan lebih memperhatikan pola perkembangan anak, karena anak dituntut untuk dapat mencerna semua materi pelajaran yang sudah dikemas dalam kurikulum berbasis kompetensi,” ujar Dewi. 

Memang dikatakan Dewi, di satu sisi kurikulum berbasis kompetensi memiliki kelebihan dalam merangsang anak untuk dapat mandiri memahami dan mengembangkan pelajaran dengan aktif  tanpa dibantu sepenuhnya oleh guru.   

Ia menyebutkan, peran guru begitu besar bagi perkembangan pendidikan dan tumbuh kembang anak, seperti halnya di tingkat SD (Sekolah Dasar) guru dituntut lebih dalam memperhatikan perilaku murid didiknya. “Seorang guru SD harus meluangkan waktu ekstra untuk lebih mengenal anak-anak, dan melakukan pendekatan secara emosional maupun psikologis,” katanya.

 

Dengan gaya mendidik yang keras mungkin akan membuat anak takut ataupun trauma bila berdekatan dengan guru. “Ingat anak-anak adalah masa yang tepat untuk kita perkenalkan segala sesuatu (pelajaran red), sebab di masa inilah anak-anak menjadi tahu dan mulai memahami semua pelajaran yang diajarkan oleh gurunya,” tambah Dewi. (AY)

 

 

 

.

Categories:Pendidikan,