Mandiri Targetkan Aset Rp 1.000 Triliun Akhir 2015

Mandiri Targetkan Aset Rp 1.000 Triliun Akhir 2015

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta (ANTARA News) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pencapaian aset sebesar Rp1.000 triliun pada akhir 2015 untuk menjadi bank terbesar dan siap membawa Indonesia ke ranah regional sebagai Qualified ASEAN Bank (QAB).

"Kami akan terus memperkuat fondasi untuk menjadi bank asli Indonesia yang mampu bersaing dengan bank-bank lain yang lebih besar di ASEAN. Kami juga ingin Bank Mandiri memiliki ratusan cabang di pasar ASEAN untuk mengimbangi bank asing yang saat ini telah memiliki sekitar 8 ribu cabang di Indonesia, sementara kita baru memiliki satu cabang di ASEAN. Itupun tambahan cabangnya sudah 5 tahun belum disetujui regulator setempat," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta, Rabu. 

Saat ini, total aset Bank Mandiri mencapai Rp855 triliun (unaudited) di akhir 2014. 

Rohan menuturkan, kesempatan untuk menjadi QAB bank harus segera diambil, apalagi pemerintah sudah bersedia menambah modal Bank Mandiri hingga genap menjadi Rp100 triliun. Selain itu, banyak pihak mendukung Bank Mandiri menjadi QAB Bank agar bisa bersaing dengan bank-bank ASEAN lainnya.

Dengan total aset yang dimiliki saat ini, Bank Mandiri sendiri baru menduduki peringkat 9 di antara bank-bank negara ASEAN lainnya.

Dalam MEA, bila bank sudah berstatus QAB, maka bank tersebut mendapatkan akses penuh untuk membuka jaringan di negara ASEAN manapun tanpa memerlukan persetujuan otoritas setempat.

Dengan jumlah aset yang besar dan modal mencapai lebih dari Rp90 triliun, kebutuhan dana untuk penambahan modal diperlukan agar dapat masuk dalam kategori QAB tersebut.

Selain untuk bersaing di regional ASEAN, Indonesia perlu memiliki bank besar dengan modal yang kuat mengingat 41 persen dari luas wilayah ASEAN adalah Indonesia. Dari sisi populasi, 39 persen dari seluruh populasi ASEAN berada di Indonesia dengan porsi PDB terbesar di antara negara ASEAN (39 persen dari total PDB ASEAN).

"Potensi tersebut tidak akan bermanfaat optimal untuk memakmurkan negeri jika fungsi intermediasi bank-bank nasional tidak mampu menandingi bank-bank negara ASEAN lainnya yang memiliki permodalan lebih besar," ujar Rohan. (Ode)**

.

Categories:Perbankan,
Tags:perbankan,