Balai Karantina Kembalikan 250 kg Sirip Hiu

Balai Karantina Kembalikan 250 kg Sirip Hiu

Ilustrasi Foto.(Net)

Bengkulu - Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Provinsi Bengkulu mengembalikan 250 kilogram sirip hiu milik nelayan, setelah memeriksa jenis hiu yang diperdagangkan bukan jenis yang dilindungi.

"Setelah diperiksa, ternyata bukan sirip hiu jenis yang dilindungi, jadi kami kembalikan ke nelayan," kata Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Provinsi Bengkulu, Dedy Arif di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan pada Senin (2/2) malam, petugas balai menyita 251 kilogram sirip hiu yang siap dikirim ke Surabaya, Jawa Timur.

Setelah diperiksa, hanya satu kilogram jenis hiu yang dilindungi yakni hiu jenis martil dan koboi, dan sudah disita oleh Balai Karantina Ikan.

"Dua jenis hiu ini sudah masuk golongan apendix dua, jadi pengambilan di alam harus dibatasi," ungkap dia.

Pembatasan tersebut diatur dengan kuota yang dapat diambil oleh nelayan dengan persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Khusus di Bengkulu tambah dia, tidak ada nelayan yang memiliki kuota penangkapan jenis hiu martil dan koboi yang termasuk jenis dilindungi.

Sebagian besar hiu yang diambil nelayan adalah jenis hiu putih yang belum termasuk jenis dilindungi.

"Jadi sirip hiu yang tidak dilindungi dikembalikan ke nelayan, dan selanjutnya akan dikirim ke Surabaya untuk diekspor ke Tiongkok," tambah dia.

Dedi mengatakan sirip hiu yang dikirim ke Tiongkok tersebut sebagian besar untuk dikonsumsi menjadi kuliner sirip hiu. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:nasional,