BMKG, Waspadai Gelombang Laut 3 Meter

BMKG, Waspadai Gelombang Laut 3 Meter

ilustrasi. (Net)

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut hingga tujuh hari ke depan terhitung, mulai Rabu (4/2) mencapai tiga meter yang perlu diwaspadai oleh nelayan kecil yang akan melaut.

"Prediksi tujuh hari ke depan gelombang tinggi antara 2-3 meter di Laut Natuna, perairan Sulawesi Utara, perairan Papua bagian utara, perairan Ternate dan Laut Halmahera," kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG A. Fachri Radjab di kantor pusat BMKG Jakarta, Rabu (4/2).

Ia mengatakan, tinggi gelombang laut di perairan selatan Pulau Jawa bagian selatan dan perairan barat Pulau Sumatera mencapai 1,5-2 meter. Sedangkan tingi gelombang Laut Jawa berkisar 1-2 meter, perairan selatan Nusa Tengagar Timur mencapai 1,5 meter dan Laut Flores 0,5-1 meter.

"Nelayan kapal kecil gelombang dua meter sudah bahaya buat mereka. Satu setengah meter saja sudah bahaya. Tapi kalau kapal besar tidak masalah gelombang tiga meter juga tidak masalah," tuturnya.

Fachri mengatakan, nelayan dengan perahu kecil harus tetap berhati-hati saat melaut dan menghindari titik rawan perairan yang gelombang lautnya berkisar 1,5-3 meter. "Nelayan agar tetap memantau informasi dari BMKG, dan berkoordinasi dengan dinas kelautan setempat," ujarnya.

Ia juga mengatakan, wilayah Indonesia masih didominasi angin dari arah Barat dengan kecepatan 5-20 knot. "Kecepatan angin di Selat Karimata, Laut Natuna itu kencang bisa sampai 15-25 knot, lalu perairan utara Pulau Halmahera, perairan utara Papua itu 10-20 knot," katanya.

Sementara penyeberangan antarpulau di perairan dalam seperti Selat Sunda dan Selat Bali, lanjutnya, masih aman dengan ketinggian gelombang laut 0,5-1 meter. BMKG juga memperkirakan pada Februari 2015, sifat hujan di wilayah Indonesia beragam dari bawah normal hingga atas normal. 

"Sulawesi sifat hujannya sebagian besar di atas normal, Jawa di bawah normal, Sumatra rata-rata normal hingga atas normal, Kalimantan normal, dan Papua normal," katanya.

Menurut Fachri, sifat hujan di bawah Normal (BN), jika nilai perbandingannya kurang dari 85 persen dibandingkan dengan rata-rata hujannya selama sebulan. Sifat hujan normal berkisar 85-115 persen dari rata-ratanya selama sebulan, dan sifat hujan di atas Normal jika nilai perbandingannya lebih 115 dari rata-ratanya selama sebulan.

.

Categories:Nasional,
Tags:bencana,