Resi Gudang untuk Kemakmuran Petani Sulit Dilaksanakan

Resi Gudang untuk Kemakmuran Petani Sulit Dilaksanakan

Ilustrasi Foto.(Net)

Jakarta-Sistem Resi Gudang (SRG) orientasinya adalah demi kemakmuran para petani. Namun, sejak didirikan sejak 5 tahun lalu,  SGR belum juga menuai sukses. Utamanya, minimnya pengetahuan para petani, dan tidak adanya penyuluhan mengenai SRG. Padahal jika petani menaruh hasil panennya lewat SRG, keuntungan yang didapat sangat baik.

"SRG itu sulit sekali akan sukses. Pertama, tidak adanya penyuluhan mengenai SRG, selain itu juga karena para petani masih berhubungan dengan para tengkulak, saat mulai panen, truk-truk para tengkulak sudah menunggu dan mengangkat hasil panen petani. Jadi sulit sekali SRG akan berkembang jika masih berhubungan dengan para pengijon," ucap  Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Universitas Lampung (UNILA), Prof. DR. Bustanul Arifin, Rabu (4/2/2015) di gedung Bappebti, Kramat Raya, Jakarta.

Ujarnya lagi, petani tahunya SRG adalah gudang. Padahal, SRG sebuah sistem yang terintegrasi dan  ini sangat baik untuk kemakmuran petani dalam menjaga kesetabilan nilai harga hasil panennya dan petani juga dapat meminjam dana. Disamping SRG sebagai media menekan inflasi, jika stock beras bisa dijaga, maka inflasi dapat dikendalikan.

"Dengan petani menaruh hasil panennya lewat SRG, dia atau pelaku usaha dapat meminjam dana sebesar 70 persen sesuai harga pasar. Jaminannya, bukan rumah atau surat tanah, tapi padi atau berasnya itu. Selain itu, SRG merupakan kerja besar yang terintegratid," terang Bustanul Arifin.

Ujarnya lagi, yang paham dengan SRG bisa dihitung dengan jari.Saat ini, diantaranya, petani dari Cianjur, Subang.

"Jadi SRG merupakan kerja besar, tidak hanya cukup dengan Bappebti. Penyuluh pertanian saja masih banyak yang belum mengerti." tandasnya

Demi suksesnya SRG, sesuai yang diharapkan ketua Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),  Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian, Universitas Lampung (UNILA) ini bersedia bekerja sama dengan Bappebti

"kami berharap Bappebti dapat bekerjasama dengan pertanian untuk penyuluhan. Dan jika kami diajak bekerjasama, kami akan siap menggerakkan mahasiswa," tuntasnya. (Ode)**

.

Categories:Ekonomi,
Tags:ekonomi,