Satgas PHLT Jabar Datangi Karst Citatah

Satgas PHLT Jabar Datangi Karst Citatah

ilustrasi. (Net)

Bandung - Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu (PHLT) Jawa Barat akan mendatangi kawasan Karst Citatah, di Kabupaten Bandung Barat untuk memantau dampak kerusakan lingkungan karena penambangan di kawasan lindung tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Anang Sudarna, di Bandung, Rabu (4/2/2015), menuturkan, pihaknya saat ini mulai fokus menertibkan kawasan lindung Karst Citatah, mengingat kerusakan lingkungan akibat tambang yang diduga ilegal itu sudah sangat parah.

"Rencananya hari Sabtu ini kita mau ke sana. Itu dilakukan untuk melihat seberapa parah kerusakan di kawasan Karst Citatah," kata Anang usai menemui Forum Pemuda Peduli Karst Citatah di Gedung Sate Bandung.

Ia mengatakan, kedepannya Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpaku akan bekerja secara sistematis yakni sebelum melakukan penertiban akan dilakukan kajian terlebih dahulu para izin para perusahaan yang melakukan penambangan di kawasan tersebut.

"Dan kalau tidak ada izin lingkungan, kami tidak segan-segan untuk melakukan penutupan. Kita akan tetap terus lakukan evaluasi," kata Anang.

Menurut dia, Pemprov Jawa Barat akan segera menerbitkan Peraturan Gubernur mengenai pedoman dan tata cara kerja satgas PHLT.

Pergub tersebut, kata dia, diperlukan agar dalam menertibkan lingkungan setiap intansi tidak tumpang tindih.

"Dalam pergub tersebut nanti akan disebutkan peran Polda Jabar, Kejati dan Pemprov Jabar. Dan kemarin kan hanya bentuk SK Gubernur mengenai pembentukan Satgas. Maka dalam waktu dekat ini akan diatur pedoman kerjannya dalam bentuk Pergub," kata dia.

Sementara itu Ketua Forum Pemuda Peduli Karst Citatah, Deden Syarif Hidayat menuturkan pihaknya sangat kesulitan mencari data industri ataupun kerusakan lingkungan di kawasan tersebut.

"Saat kami meminta data, kami selalu dipersulit oleh para pengusaha tambang. Saya juga tidak tahu alasannya karena proses administrasinya dipegang oleh kepala kantor yang dulu, datanya hilang dan sebagainya. Pokoknya susah banyak alasan lah ketika mencari data," kata Deden. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,