KONI Jabar Gandeng UPI Manfaatkan Sport Science

KONI Jabar Gandeng UPI Manfaatkan Sport Science

ilustrasi. (Net)

Bandung - KONI Jawa Barat menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, untuk memanfaatkan fasilitas "sport science" bagi atlet Pelatda PON XIX/2016 Jabar.


"Hari ini kami melakukan pertemuan dan UPI sepakat mencurahkan fasilitasnya untuk mendukung program Jabar menjadi juara umum pada PON XIX/2016, salah satunya pemanfaatan 'sport science' satu-satunya di Indonesia," kata Ketua KONI Jabar H Ahmad Saefudin di Bandung, Jabar, Rabu (4/2/2015).

KONI Jabar bertemu dengan Rektor UPI Prof Dr Sunaryo Kartadinata dan Dekan FPOK UPI Yuyun Yudiana khusus membahas pemanfaatan fasilitas itu untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan grade prestasi atlet Jabar.

Kedua institusi yang memiliki kompetensi di bidang pembinaan olahraga itu sepakat untuk melakukan kolaborasi yang difokuskan kepada pemanfaatan sport sciences, coaching profession dan training facilities.

"Kami beruntung karena memiliki institusi yang memiliki kompetensi untuk pengembangan dan pembinaan prestasi atlet. Mudah-mudahan ikhtiar kami ini membuahkan hasil untuk target Jabar, Juara Umum PON XIX/2016 atau Jabar Kahiji," kata Ahmad Saefudin.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat Tim UPI Bandung akan melakukan asistensi dan pendampingan untuk memastikan peta kekuatan atlet Jabar serta mengetahui grade atlet yang dipersiapkan untuk PON XIX/2016.

"Kita sudah melakukan pemetaan kekuatan, namun dengan sistem dan fasiltias sport science dari UPI kami berharap semuanya bisa lebih terukur dan terkoreksi, sampai di grade mana atlet kita, sehingga bisa dilakukan evaluasi secepatnya," kata Saefudin.

Sunaryo Kartadinata selaku Rektor UPI mengapresiasi kepercayaan yang diembankan KONI Jawa Barat kepada Universitas Pendidikan Indonesia.

"Bagi UPI, KONI Jawa Barat ini merupakan bagian dari wahana proses pendidikan, karena UPI selain menghasilkan banyak atlet berprestasi juga menghasilkan tenaga pendidik profesional di bidang keolahragaan," kata rektor.

Ia menyebutkan, UPI sebagai perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang pembinaan olahraga dan kepelatihan, ikut bertanggung jawab terhadap prestasi atlet Jabar.

"Sebagai perguruan tinggi di Jabar, maka kami ikut bertanggung jawab ikut membina prestasi di sini agar tidak hanya berprestasi di tingkat nasional tapi juga di level internasional," katanya.

Sementara itu Dekan Fakultas Pendidikan Olahraga dan kesehatan (FPOK) UPI Bandung, Yunyun Yudiana mengatakan, pada prinsipnya UPI siap membantu peningkatan prestasi olahraga menuju Jabar Kahiji.

Terlebih kurikulum Sport Science yang dimiliki UPI merupakan satu-satunya di Indonesia. Yuyun mengaku, sebelumnya sudah ada beberapa provinsi yang meminta pendampingan kepada FPOK terkait pemanfaat sport science ini untuk peningkatan prestasi mereka seperti DKI Jakarta, Surabaya, Padang, dan juga Malang.

Supaya progresnya terukur, pihak FPOK UPI pun akan melakukan pendampingan dan tim pemantau. Dengan demikian prediksi emas atlet-atlet Jabar di PON bisa terpelihara.

"Kuncinya adalah melakukan perubahan dan menerapkan formula-formula terbaru. Karena tidak mungkin bisa meraih prestasi dengan pola dan cara-cara lama. Perlu disesuaikan dan sinergi dengan perkembangan teknologi yang ada," kata Dekan FPOK UPI Bandung itu menambahkan. (AY)
.

Categories:Olahraga,
Tags:natal,