Penumpang Sesalkan Manajemen Garuda

Penumpang Sesalkan Manajemen Garuda

Ilustrasi Foto(Net)

Surabaya - Sejumlah penumpang Garuda Indonesia GA 364 rute penerbangan Bandara Juanda Surabaya-Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, terkatung-katung di penginapan menunggu kejelasan keberangkatan ke Lombok.

"Kami sudah seharian berada di penginapan, tanpa ada kejelasan dari manajemen Garuda Indonesia," kata salah satu penumpang Garuda Indonesia tujuan tujuan Lombok, Helmi di Surabaya, Kamis (5/2/2015).

Menurut dia, seharusnya pihak maskapai memberikan konfirmasi perkembangan situasi karena informasi terakhir yang terima penumpang akan di berangkatkan pukul 12.30 WIB.

Namun, hingga pukul 14.30 tidak ada sama sekali manajemen Garuda memberikan komunikasi atas penundaan keberangkatan tersebut.

"Sekarang kami telantar di hotel, apalagi kunci kamar sudah di tarik pihak hotel. Kalau sudah seperti ini di mana pertanggungjawaban pihak maskapai," keluhnya.

Penumpang lainnya Fahrul, warga Kota Mataram juga menyayangkan sikap maskapai yang tidak memberikan kejelasan kapan akan di berangkatkan menuju Lombok.

"Sebetulnya kami memahami kondisi ini, tetapi kami menyayangkan sikap maskapai yang tidak proaktif memberikan kejelasan terhadap para penumpang," ujarnya.

Beberapa menit lalu, maskapai lain yang juga penumpangnya akan menuju Lombok sudah di jemput pihak maskapai. Kondisi ini setidaknya membuat calon penumpang memberikan penilaian kurang positif terhadap Garuda.

"Karena, sampai saat ini masalah penjemputan dari hotel pun kami belum dapat informasi apa-apa dari pihak maskapai Garuda," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Garuda Indonesia GA-7040 rute Denpasar-Lombok-Ujung Pandang yang mendarat di Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (3/2), sekitar pukul 17.03 WITA, mengalami kejadian keluar landasan (sebelah kanan) bandara.

Pesawat jenis ATR72-600 PK-GAG tersebut keluar landasan dan berhenti di rerumputan sesaat setelah pesawat melakukan "landing" di Bandara Internasional Lombok.

Sebanyak 29 penumpang, terdiri atas 28 penumpang dewasa dan satu orang bayi dalam keadaan selamat dan tidak ada yang mengalami luka. Seluruh penumpang turun secara normal melalui tangga pesawat.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan pesawat tersebut diterbangkan oleh pilot Capt Richard William.

Akibat peristiwa tersebut, Perseroan Terbatas (PT) Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok menutup sementara aktivitas penerbangan. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:wisata,