KBB Terjunkan Kader Pemantau Jentik Nyamuk

KBB Terjunkan Kader Pemantau Jentik Nyamuk

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

KBB Terjunkan Kader Pemantau Jentik Nyamuk

Padalarang - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jabar, menerjunkan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk memantau dan mengubah perilaku hidup sehat masyarakat dalam mencegah wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aides Aegypti.

"Kami terjunkan para kader Jumantik sebagai upaya mengubah perilaku hidup masyarakat, hasilnya sudah mulai kelihatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Pupu Sari Rohayati kepada wartawan, Kamis (5/2/2015).

Pupu menuturkan, Dina Kesehatan telah berkomitmen meningkatkan pengawasan dibeberapa daerah terutama kecamatan endemis DBD atau tercatat penderitanya ada yang meninggal dunia.

Ia menyebutkan, daerah yang ditetapkan endemis DBD di Bandung Barat yakni Desa Mekarmukti di Kecamatan Cihampelas, Desa Cintakarya di Kecamatan Cililin, serta Desa Cipatat dan Citatah di Kecamatan Cipatat.

"Empat desa endemis DBD itu kita awasi terus," katanya.

Ia mengimbau, seluruh masyarakat Bandung Barat untuk menanggapi serius masalah wabah penyakit DBD, karena DBD dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.

Ia mengingatkan, jika ada warga mengalami demam tinggi untuk segera dibawa ke Puskesmas atau klinik terdekat untuk diperiksa, agar penanganannya dapat dilakukan secara dini.

"DBD bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya, makanya jangan dianggap rendah, jika ada warga panas segera diperiksa," katanya.

Dinas Kesehatan mencatat kasus DBD di Bandung Barat cukup tinggi namun mengalami penurunan dalam jangka waktu tiga tahun terakhir.

Tercatat tahun 2013 sebanyak 1.441 kasus DBD tersebar di 16 kecamatan, jumlah terbanyak kasusnya di wilayah perkotaan Bandung Barat yakni Kecamatan Ngamprah.

Angka tersebut kemudian menurun di tahun 2014 yang tercatat 890 kasus DBD, namun korban meninggalnya meningkat menjadi lima orang dari sebelumnya hanya dua orang. (AY)

.

Categories:Daerah,
Tags:kesehatan,