Terdakwa Korupsi TransJakarta Dituntut 10 Tahun

Terdakwa Korupsi TransJakarta Dituntut 10 Tahun

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Jakarta -  R. Drajad Adhyaksa, terdakwa kasus korupsi pengadaan bus TransJakarta tahun anggaran 2013, dituntut selama 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. 
 
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta itu dianggap terbukti merugikan negara hingga Rp 392,7 miliar, akibat penyimpangan proyek itu, meski tidak menikmati hasil korupsinya.

"Menuntut, agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa R. Drajad Adhyaksa, dengan pidana penjara selama sepuluh tahun," kata Jaksa Agustinus Feri dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (5/2).

Jaksa pun  memerintahkan Drajad tetap ditahan dan masa hukumannya dipotong dari masa tahanan. Mereka juga menuntut Drajad dengan pidana denda sebesar Rp 250 juta. Bila tidak dibayar maka mesti diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Perbuatan Drajad dianggap terbukti memenuhi unsur dalam dakwaan subsider. Yakni Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHPidana.

"Keadaan memberatkan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Hal meringankan sopan dan tertib selama persidangan, tidak menikmati hasil korupsi, dan mengabdi sebagai pegawai negeri sipil sejak 1990," ujar Jaksa Feri.

Menurut Jaksa Feri, pihaknya tidak mengenakan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada Drajad. Alasannya, Drajad tidak menerima duit hasil korupsi, dan penyidik telah menyita harta yang nilainya dianggap cukup buat membayarkan ganti rugi dari terdakwa dan beberapa pihak terkait. "Sampai masa penyidikan berhasil disita uang sejumlah Rp 17,563 miliar," ujar Jaksa Feri. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:bbm,