37 Warga Perusak Bibit Tanaman Ditangkap Polisi

37 Warga Perusak Bibit Tanaman Ditangkap Polisi

Ilustrasi Foto.(Foto:Net)

Bandung - Polres Bandung menangkap 37 warga Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung yang dilaporkan melakukan pengrusakan bibit tanaman milik Balai Penelitian Teh dan Kina (PPTK).


"Polisi mendapat laporan 99 ribu bibit teh milik Balai Penelitian Teh dan Kina di lahan sembilan hektare, setelah dicek ke lokasi kami mengamankan 37 warga di lokasi," kata Kapolres Bandung AKBP Jamaluddin didampingi Kasat Reskrim AKP Pribadi Atma di Bandung, Kamis (5/2/2015).

Menurut Kapolres, lahan itu berada di kawasan Balai Penelitian Teh dan Kina, namun oleh warga lahan itu akan digunakan sebagai pemukiman. Selain itu juga ditanami dengan tanaman sayur mayur.

Dari kasus itu, polisi menetapkan dua orang menjadi tersangka yakni DR (33) dan AC (35) yang diduga sebagai penggerak warga setempat dengan dalih lahan itu sudah tidak memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Dua penggerak lainnya Ej dan Co saat ini masih dicari.

Selain mengamankan puluhan warga, polisi juga mengamankan sejumlah alat bukti yakni empat batang bibit teh, enam bilah gergaji, lima clurit, 12 golok dan sejumlah kapak.

Tersangka dijerat pasal 160 KUHPidana dan pasal 170 KUHPidana tentang kekerasan pada orang dan benda dengan ancaman hukuman 6 tahun.

"Karena iming-iming lahan itu disebutkan sudah tidak memiliki hak guna usaha, warga terhasut," kata Jamaluddin.

Sementara itu DR menyebutkan, warga menggarap lahan itu karena mereka akan menjadikannya lahan pemukiman. Rumah warga saat ini berada di bawah menara Sutet sehingga tidak aman.

Aksi warga pertama kali dengan mencabut tanaman teh pada 18 Januari 2015 karena sepengetahuan mereka lahan tersebut sudah tak memiliki Hak Guna Usaha (HGU).

Selain itu adanya lahan yang digunakan untuk menanam sayuran sekitar satu hektar di kawasan itu. (AY)
.

Categories:Bandung,
Tags:bandung,