Yogya Masih Dinomorduakan Wisman

Yogya Masih Dinomorduakan Wisman

Ilustrasi.(Foto:Net)

Batam- Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengatakan Yogyakarta masih "dinomorduakan" oleh turis mancanegara walaupun memiliki lebih banyak destinasi wisata budaya, seni dan alam daripada Bali.


Dalam paparannya di acara ASEAN Summit for State-owned Enterprises and Media di Batam, Jumat, Menteri Arief Yahya mengatakan jumlah turis asing yang masuk ke wilayah Great Yogyakarta dari gerbang bandara Adi Sutjipto dan Adi Sumarmo hanya sebanyak 103.758 pada 2014, sementara mereka yang datang ke Great Bali dari Bandara Ngurah Rai dan Lombok mencapai 3.507.310.

"Ibarat orang pacaran, Yogyakarta itu dinomorduakan. Turis lebih memilih datang ke Bali terlebih dahulu baru nanti (mungkin) mereka mampir ke Yogyakarta," kata Arief.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata dan Biro Pusat Statistik, Great Yogyakarta berkontribusi sekitar 1,25 persen dari total kunjungan wisman ke Indonesia, sedangkan Bali menyumbang 39,42 persen kunjungan wisman pada 2014.

Padahal, wilayah Great Yogyakarta, yang mencakup provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki beragam tujuan wisata seperti candi Borobudur, dan sejumlah candi lainnya serta tujuan wisata budaya yang sangat potensial.

Kunjungan turis mancanegara di Candi Borobudur pun masih kalah jauh dengan Angkor Wat di Kamboja yang mencapai dua juta wisman per tahunnya, kata Arief.

"Oleh karena itu, peran media juga sangat penting untuk mempromosikan pariwisata di Yogyakarta," kata Arief di salah satu rangkaian Hari Pers Nasional itu.

Pada 2014, sebanyak 915.334 turis mancanegara mengunjungi Indonesia. Sedangkan, Kementerian Pariwisata mentargetkan kunjungan wisman sebanyak 10 juta pada 2015.

Dengan nilai pertumbuhan industri pariwisata sebesar 7,2 persen pada 2014 Pemerintah Indonesia mempunyai target untuk meningkatkan jumlah kunjungan hingga 20 juta turis mancanegara pertahunnya pada 2019. (AY)
.

Categories:Wisata,
Tags:wisata,