Beberapa Daerah di Jabar Masih Ada UMR Belum 100 Persen KHL

Beberapa Daerah di Jabar Masih Ada UMR Belum 100 Persen KHL

Buruh minta upah layak. (Foto ADE)

Bandung – Di beberapa daerah di Jawa Barat masih ada kota/kabupaten yang upah minimum regional UMR-nya belum 100 persen KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Faktor tersebut dikarenakan ada beberapa daerah bukan termasuk industri besar, melainkan terdapat sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Menurut informasi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Widiatmoko, daerah di Jawa Barat yang UMR-nya masih belum 100 persen KHL, yaitu  daerah yang pendapatan asli daerah (PAD)-nya bukan dari sektor industri.

“Di Jawa Barat ada beberapa seperti Kota Banjar, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran, Kab. Garut, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, dan Kab. Indramayu. Di sana KHL paling di kisaran 88 persen. Banyak perusahaan yang mengajukan penangguhan kenaikan UMR, karena ketidakmampuan keuangan perusahaan,” ujar Widiatmoko di Gedung Sate, Rabu (01/10/2014).

Daerah yang UMR-nya masih rendah dan belum 100 persen KHL berdasarkan pemaparan Widiatmoko, karena daerah tersebut kebanyakan bukan di sektor industri besar, melainkan kebanyakan mereka dari sektor UMKM yang terbatas dana untuk penggajian karyawannya.

“Banyaknya mereka sektor UMKM, jadi besar UMR di daerahnya pun disesuaikan dengan kemampuan. Bahkan banyak pengusaha yang masih memberikan upah di bawah UMR,” papar Widiatmoko. (AY)

.

Categories:Ekonomi,