Jangan Jadikan Pers Sarana Pencitraan

Jangan Jadikan Pers Sarana Pencitraan

Ilustrasi.(Foto:Net)

Batam - Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengimbau kepada seluruh kepala daerah lain di Indonesia agar tidak menjadikan pers sebagai sarana pencitraan dalam pembangunan semu suatu daerah.

"Itu berbahaya kalau pers digunakan hanya untuk membangun citra daerah," kata Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, seusai menjadi pembicara dalam rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di Batam, Kepri, Sabtu.

Menurut Nurdin, apabila pers digunakan hanya sebagai pencitraan semu suatu daerah maka akan memicu pertentangan dari masyarakat lokal.

Ketika citra semu daerah dipublikasi media dan kenyataannya jauh berbeda, masyarakat lokal akan bereaksi terhadap kepala daerah bersangkutan.

"Coba kalau daerah dibangun dulu dengan baik, otomatis media akan masuk (meliput). Ke mana pun diwawancarai, pasti bahasanya sama," jelas dia.

Menurut Nurdin, akan sangat rawan apabila kepala daerah membuat pencitraan baik tentang daerahnya, namun faktanya tidak sesuai dengan yang diceritakan.

"Kita (Bantaeng) juga tidak berani cerita macam-macam kalau faktanya tidak sesuai," ucap dia.

Nurdin mengisahkan, Bantaeng dulunya merupakan daerah tertinggal yang dihuni masyarakat miskin. Di daerahnya kerap terjadi bencana alam, dan pelan-pelan penduduk di sana bermigrasi ke daerah lain untuk mencari harapan baru.

"Kala itu yang diberitakan media tentang Bantaeng hanya soal kemiskinan dan bencana alam. Tidak ada yang lain," kenang Nurdin.

Nurdin mengatakan waktu itu, minimnya infrastruktur, persoalan produksi pertanian yang sangat rendah, tingginya angka kemiskinan serta kematian ibu dan balita, menjadi topik sehari-hari di Bantaeng yang perlu dicarikan solusi.

"Kami di Bantaeng itu hampir boleh dikatakan hanya bekerja saja. Artinya kemampuan yang ada kita coba modifikasi, kita kelola dengan baik, SDM kita bangun, rasa memiliki masyarakat kita tingkatkan," papar dia.

Hasilnya, kata Nurdin, Bantaeng kini telah bertransformasi menjadi salah satu daerah percontohan, yang bebas banjir, infrastruktur terbangun apik sampai ke pelosok-pelosok, produksi pertanian terus meningkat, inovasi pertanian berjalan, serta menekan angka kematian ibu dan balita.

"Dengan begitu media melihat Bantaeng sebagai daerah yang seksi untuk diberitakan, karena dulunya daerah tertinggal. Sekarang berkat publikasi media, orang berdatangan ke Bantaeng untuk studi banding, ini benar-benar peran media yang begitu besar," tukasnya.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional 2015 berlangsung 1-10 Februari 2015 di Batam dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Rangkaian acara ini dihadiri insan pers dari seluruh penjuru Indonesia serta sejumlah pejabat hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,