Tradisi Pangan Jabar Ditampilkan di Milan

Tradisi Pangan Jabar Ditampilkan di Milan

Ilustrasi Foto:Net

Bandung - Kreativitas masyarakat serta tradisi pangan serta sumber daya energi akan ditampilkan di Expo Milano 2015, di Kota Milan, Itali, yang akan berlangsung selama enam bulan yakni dari tanggal 1 Mei hingga 31 Oktober 2015.

"Expo ini ajang tempat kita bersama-sama negara lain untuk memberitahukan siapa Negara Indonesia. Nah ini kami minta semua dari siapapun yang hebat-hebat di Indonesia ini untuk hadir di sana. Ini Indonesia sekarang. Nah saya tahu kan Jawa Barat tempat kreativitas yang sangat luar biasa," kata Ketua Penyelenggara Indonesia Paviliun Didi Petet, di Bandung, Sabtu (7/2/2015).

Oleh karena itu, terkait hal tersebut dirinya telah menemui Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, bersama tim Koperasi Pelestari Budaya Nusantara di Rumah Dinas Wagub, Kota Bandung, Jumat malam.

Ia menjelaskan, expo ini merupakan ajang bergengsi internasional yang terbesar setelah Piala Dunia dan Olimpiade karena sebanyak 147 negara ikut serta dalam acara ini.

"Selain itu expo dengan are seluas 110 hektar ini bisa sebagai ajang yang tepat mengenalkan Indonesia pada dunia, termasuk Jawa Barat," kata dia.

Menurut dia tema yang diangkat dalam Expo lima tahunan ini, mengusung tema Feeding Planet Energy for life atau pangan dan energi untuk kehidupan ini sangat cocok dengan status Jawa Barat yang merupakan lumbung padi Nasional ini.

"Jawa barat tempat ruang kreatif yang bagus sekali. Kemudian Jawa Barat adalah tempat yang indah sekali dan semunya pangan dan sebagainya," kata dia.

Pihaknya rencananya akan mengangkat kehebatan-kehebatan dari Jawa Barat dalam expo itu seperti bagaimana merawat padi, bagaimana merawat pangan dan sebagainya.

"Karena tema besarnya ini adalah Feeding planet Energy for life. Jadi tema besar itu kita mengangkat bahwa Indonesia adalah stage of the world. Artinya kita punya semuanya. Dari Sabang sampai Merauke kita punya semuanya. Dan jawa barat akan menjadi salah satu perwakilannya," kata dia.

Selain itu Didi juga akan berencana memfilmkan Desa Ciptagelar yang merupakan salah satu desa adat di Jawa Barat yang telah berhasil menjaga kearifan lokalnya selama ini sehingga bisa mengelola pangan dengan bijak.

"Desa Ciptagelar itu kan hebat sekali. Itu akan kita film kan dan bawa kesana. Kalau perlu kita bawa Abah Uwi nya, untuk bercerita. Dia bercerita tentang lingkungannya yang sudah puluhan tahun, ratusan tahun itu bisa menjaga kearifan lokalnya itu yang luar biasa," ujar Didi.

Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar sangat mengapresiasi ajak kerja sama tersebut karena Pemprov Jawa Barat mempunyai potensi yang sangat besar dari sisi seni, budaya, kreativitas, pangan sampai sumber daya energi.

"Dan mengenai kehadiran Jawa Barat di ajang bergengsi ini menurut Deddy akan diusahakan dengan anggaran yang ada atau menghimpun dana perusahaan sebagai bentuk tanggung jawa sosial perusahaan, atau CSR. (AY)

.

Categories:Bandung,
Tags:kuliner,