40 Minimarket di KBB Terancam Ditertibkan

40 Minimarket di KBB Terancam Ditertibkan

Ilustrasi, Foto:lensaindonesia.

Padalarang - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mencatat ada 40 dari 138 minimarket yang melanggar peraturan daerah, karena lokasinya dekat dengan pasar tradisional, sehingga terancam ditertibkan.

"Ada 40 minimarket yang tidak sesuai perda, minimarket lainnya sudah sesuai perda, dan proses izin," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Bandung Barat Weti Lembanawati kepada wartawan, Minggu (8/2/2015).

Ia mengatakan minimarket tersebut melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2011 tentang pasar modern yang didalamnya membahas larangan mendirikan minimarket berdekatan dengan pasar tradisional atau berjarak kurang dari 500 meter.

Minimarket tersebut, lanjut dia, terpantau terus beroperasi, pihaknya belum dapat memutuskan tindakan yang harus dilakukan, namun sanksi paling berat yakni ditutup.

"Bisa saja 40 minimarket ini diahli fungsikan menjadi toko biasa atau bisa sanksi beratnya hingga ditutup," katanya.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perhubungan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) untuk membahas keberadaan minimarket.

Dalam rapat tersebut, kata dia, diantaranya terkait koordinasi dalam penataan minimarket di Bandung Barat, tanpa harus mengeluarkan moratorium.

"Kami juga akan memberikan surat imbauan kepada para pengusaha minimarket terkait proses perizinannya," katanya.

Ia menambahkan, penataan minimarket bukan berarti ingin mempersulit investor yang ingin berbisnis di Bandung Barat.

Ia berharap, peraturan yang berlaku di Bandung Barat dapat dipatuhi oleh semua pihak untuk kepentingan bersama.

"Kami juga tidak akan mempersulit proses perizinan bagi pengusaha yang akan berinvestasi di Bandung Barat," katanya. (AY)

.

Categories:Bandung,